Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Alami Gangguan Penglihatan, Warga Boyolali Bersyukur Pengobatan Mata Ibunda Mofit Terjamin Penuh Program JKN

Angga Purenda • Jumat, 21 November 2025 | 23:50 WIB
Mofit saat menunjukan kartu identitas KTP yang bisa digunakan untuk mengakses program JKN.
Mofit saat menunjukan kartu identitas KTP yang bisa digunakan untuk mengakses program JKN.

SOLOBALAPAN.COM - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membawa kelegaan bagi masyarakat di Solo Raya.

Di Kabupaten Boyolali, Mofit Catur Wibowo merasa sangat bersyukur karena ibundanya, Supartini (66), mendapatkan penanganan intensif dan terjamin penuh untuk gangguan mata yang diderita selama bertahun-tahun.

Mofit menegaskan, meskipun sebagai peserta mandiri kelas 2, pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan sangat memuaskan dan bebas biaya sepeser pun.

Keluhan Mata Berkabut dan Kekhawatiran Biaya Mahal

Baca Juga: Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 Resmi Dikukuhkan, Jadi Penggerak Literasi JKN di Kalangan Milenial

Mofit menceritakan bahwa ibundanya mengalami gangguan penglihatan yang disertai munculnya benjolan, rasa nyeri, dan pedas setelah beraktivitas di luar rumah.

“Ibu saya mengatakan, kalau melihat seperti ada kabut di pandangannya dan pastinya matanya mengganjal. Hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi ketika beraktivitas di luar rumah sangatlah menghambat karena kondisi matanya kurang fokus,” ujar Mofit pada Jumat (21/11/2025).

Awalnya, kekhawatiran akan biaya pengobatan yang mahal selalu menjadi beban keluarga. Namun, kehadiran program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan menjadi solusi.

Ibunda Mofit segera mendapatkan pemeriksaan intensif dari Fasilitas Kesehatan (Faskes), termasuk penanganan dengan obat tetes mata untuk meringankan keluhan yang dialami.

Pelayanan JKN Memuaskan dan Tidak Ada Diskriminasi

Mofit menegaskan bahwa ia tidak menerima diskriminasi pelayanan, meskipun ibunya tercatat sebagai peserta JKN dari segmen mandiri Kelas 2.

“Kalau untuk pelayanannya sudah cukup bagus. Kami peserta JKN yang segmen mandiri kelas 2 mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang diberikan tetap sama. Tidak ada dibeda-bedakan,” tambahnya.

Mofit juga memuji tenaga kesehatan yang ramah dan memberikan edukasi penting kepada ibunya mengenai cara menjaga kebersihan mata serta menghindari debu.

Jaminan Nyata: Bebas Biaya Sepeser pun

Manfaat JKN dirasakan Mofit sangat nyata, terutama dalam hal pembiayaan.

“Yang paling meringankan, semua pelayanan dari pemeriksaan hingga obat ditanggung sepenuhnya oleh JKN. Saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk mengakses layanan kesehatan orang tua,” ujar Mofit.

Ia menambahkan, jika tanpa JKN, biaya yang harus dikeluarkan cukup banyak. Bantuan dari JKN/BPJS Kesehatan telah membantu keluarganya terbebas dari beban finansial biaya kesehatan.

Sementara itu, Supartini (66) mengaku senang dan bersyukur bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan mudah untuk matanya.

"Saya ingin cepat sembuh serta bisa melihat tanpa adanya keluhan benjolan atau penglihatan yang kabur. Setelah menjalani pengobatan ini kami harap," tutur Supartini penuh harap.

Kisah ibunda Mofit ini menjadi contoh nyata peran JKN sebagai jaring pengaman sosial, yang memastikan setiap peserta mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas, terjamin penuh, dan bebas biaya. (ren/dam)

Editor : Damianus Bram
#sakit mata #pengobatan #jkn #jaminan kesehatan nasional