Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Time is Brain, RS JIH Solo Siagakan Layanan Stroke Emergency 24 Jam

Mannisa Elfira • Sabtu, 22 November 2025 | 02:47 WIB
Press conference launching layanan stroke emergency Rumah Sakit JIH Solo di kawasan rumah sakit setempat, Jumat (21/11).
Press conference launching layanan stroke emergency Rumah Sakit JIH Solo di kawasan rumah sakit setempat, Jumat (21/11).

RADARSOLO.COM - Ketika banyak orang mengenal time is money, dalam kasus stroke time is brain. Setiap detik yang terlewat bisa menentukan seberapa besar jaringan otak terselamatkan. Menyadari urgensi tersebut, Rumah Sakit JIH Solo membuka layanan stroke emergency sepanjang 24 jam.

Dalam kasus serangan stroke, kesiapsiagaan menjadi krusial. Presiden Direktur RS JIH Solo dr. Didit Novianto menyampaikan setiap detik setidaknya ada dua kasus stroke di dunia. Untuk itu, pemahaman masyarakat tentang gejala dan penanganannya harus ditingkatkan.

"Ketika terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan, yang kita ternyata tidak bisa preventif, di sinilah peran stroke emergency," tutur dr. Didit dalam press conference launching layanan stroke emergency, Jumat (21/11).

Dalam penanganan stroke, ada masa krusial yang biasa disebut golden period. Sekitar 3 hingga maksimal 4,5 jam sejak onset atau munculnya gejala. Seperti bicara pelo, kelemahan anggota gerak, hingga penurunan kesadaran. Di RS JIH Solo, begitu pasien datang dan dicurigai mengalami stroke, petugas langsung mengaktifkan code stroke.

"Saat aktivasi code stroke dilakukan, kami mengejar golden time supaya tidak lebih dari 4,5 jam. Ketika kita bisa kerjakan itu, maka kelemahan pasien itu bisa pulih, bisa kembali normal lagi," papar dr. Didit.

Ketika aktivasi code stroke dilakukan, JIH bakal melakukan beberapa prosedur. Termasuk screening untuk memastikan apakah pasian mengalami stroke perdarahan atau stroke sumbatan.

"Kalau stroke perdarahan ya code stroke-nya kemudian berhenti (karena prosedurnya akan berbeda, Red)," jelasnya.

"Kasis stroke sumbatan diatasi obat thrombolysis, jadi untuk mengencarkan sumbatannya. Namun akan dilihat ada kontraindikasi nggak dengan memberikan obat tadi. Ketika tidak ada kontraindikasi, keluarga setuju bisa dikerjakan. Goal yang kita kejar adalah mencegah kecacatan dan kefatalan," lanjutnya.

Dari sekira 125 pasien dalam kurun waktu sekitar 8 bulan, hanya 12-15 pasien yang memenuhi syarat menjalani thrombolysis. Ini menandakan bahwa pemahaman masyarakat mengenai stroke dan datang cepat ke layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah.

"Sehingga JIH Solo tentu punya concern bagaimana kita bisa bersama-sama dengan sahabat JIH untuk lebih mengenalkan layanan stroke emergency. Yang mana dimulai dari datang ke UGD, aktivasi, kemudian melakukan pemeriksaan penunjang yang ditunjang oleh laboratorium, CT scan, ICU yang bisa melayani 24 jam," jelasnya.

Direktur Medik dan Keperawatan RS JIH Solo dr. Wisnu Prima Putra menambahkan bahwa rumah sakit menerapkan standar door to needle atau melakukan tindakan kurang dari satu jam.

"Jadi datang ke UGD kemudian dilakukan berbagai pemeriksaan yang tadi sampaikan ke dr Didit. Pemeriksaan itu melibuti CT scan, kemudian laborat karena ada kontraindikasi juga terhadap obat thrombolytic untuk stroke yang penyumbatan. Bila sudah datang di rumah sakit, rumah sakit punya target adalah maksimal 1 jam obat thrombolytic sudah harus disuntikan," tuturnya.

"Jadi kalau kita mengenal istilah time is money, maka pada kasus stroke kita mengenal istilah time is brain. Karena apa? Setiap menit sekian juta cell yang rusak. Jadi bukan ratusan ribu tapi jutaan cell setiap menit. Nah kita berusaha menyelamatkan itu, semakin banyak cell-cell otak yang diselamatkan, harapannya pasien bisa pulih kembali seperti sejak kala karena kerusakannya minimal," jelasnya.

Atas komitmennya, RS. JIH Solo berhasil meraih World Stroke Organization (WSO) Angels Award, sebuah penghargaan internasional yang diberikan kepada fasilitas kesehatan dengan standar penanganan stroke tertinggi di dunia.

Pengakuan ini menjadi bukti bahwa RS “JIH” Solo mampumemberikan layanan cepat, tepat, dan sesuai protokol global di tengah tingginya beban penyakit stroke di Indonesia, yang pada 2023 mencapai 8,3 kasus per 1.000 penduduk dan menjadi penyebab utama kecacatan serta kematian.

Apresiasi juga datang dari Konsultan Angels Wilayah Jawa Tengah–DIY, dr. M. Fiari Fikaris yang menilai penghargaan tersebut mencerminkan komitmen kuat RS “JIH” Solo dalam upaya berkelanjutan meningkatkan mutu layanan stroke. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti nyatabahwa rumah sakit mampu menyelaraskan praktik perawatan dengan standar global.

Selain itu, rumah sakit juga memiliki Healthy Brain Center, pusat kesehatan otak yang berfokuspada deteksi dini, manajemen risiko, edukasi, serta program pencegahan untuk menjaga kesehatan otak masyarakat dalam jangka panjang.

(nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#stroke #RS JIH