RADARSOLO.COM- RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan nasional dan fasilitas kesehatan pendidikan tipe A di Provinsi Jawa Timur, menyampaikan komitmen untuk memperkuat implementasi program wisata medis (medical tourism).
Sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas layanan, perluasan dampak ekonomi, dan integrasi layanan kesehatan dengan sektor pariwisata.
Program ini diarahkan untuk mendukung misi pemerintah dalam menekan tingginya aliran pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri.
Data Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar Rp 164 triliun per tahun untuk layanan kesehatan di negara lain.
Partisipasi dalam Pameran Internasional Kesehatan 2025
Pada Juli 2025, RSUD Dr. Soetomo berpartisipasi dalam Indonesia Medical Wellness Tourism Expo (IMWTE) & IVF 2025, sebagai bentuk upaya aktif memperkenalkan layanan unggulan rumah sakit kepada pemangku kepentingan internasional, termasuk calon pasien, agen perjalanan, dan institusi mitra.
Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr.Sp.DVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV., MARS, menyampaikan bahwa partisipasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring dan menunjukkan kesiapan rumah sakit bersaing pada level global.
“Keikutsertaan kami pada kegiatan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memposisikan RSUD Dr. Soetomo sebagai pusat layanan medis yang memenuhi standar global. Langkah ini penting untuk memperkuat kredibilitas serta membuka peluang kolaborasi internasional,” ujar Prof. Cita.
Layanan Imunoterapi sebagai Layanan Unggulan Wisata Medis
Layanan imunoterapi menjadi salah satu layanan unggulan dalam program wisata medis RSUD Dr. Soetomo.
Melalui portal resmi Surabaya Medical Tourism, rumah sakit telah menyediakan paket imunoterapi komprehensif.
Paket ini mencakup konsultasi spesialis, pemeriksaan penunjang, tindakan terapi, serta layanan logistik pasien.
Selain itu, RSUD Dr. Soetomo juga telah bekerjasama dengan Alliance of the Indonesian Tour & Travel Agencies (AITTA) dan Biro Perjalanan Wisata (BPW) agar dapat memberikan kenyamanan bagi pasien luar kota bahkan luar negeri.
Pasien tinggal order melalui online, mendapatkan informasi sekaligus untuk penginapan dan transportasi, bahkan pilihan obyek wisata.
RSUD Dr. Soetomo mencatat lonjakan signifikan rujukan alergi anak selama 2017–2024.
Kunjungan pasien dengan alergi debu meningkat dari rata-rata 40 kunjungan per bulan pada 2017 menjadi 1.300 kunjungan per bulan pada 2024.
Sementara itu, kunjungan pasien dengan alergi lainnya naik dari 100 menjadi 250 kunjungan per bulan pada periode yang sama, menunjukkan meningkatnya kebutuhan layanan alergi anak.
Prof. Cita menyatakan bahwa imunoterapi memiliki prospek sebagai flagship service wisata medis rumah sakit.
“Layanan imunoterapi kami dikembangkan berbasis bukti ilmiah dan hasil klinis yang terukur. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan fasilitas yang memadai, layanan ini telah menunjukkan potensi sebagai daya tarik utama bagi pasien internasional.”
Akreditasi Internasional JCI sebagai Penguat Daya Saing
RSUD Dr. Soetomo telah meraih akreditasi Joint Commission International (JCI) sebanyak dua kali, yang menjadi standar utama keselamatan pasien dan kualitas layanan. Akreditasi ini memperkuat posisi rumah sakit untuk memasuki pasar wisata medis internasional.
“Pencapaian akreditasi JCI merupakan bukti komitmen kami dalam menjamin keselamatan dan mutu pelayanan. Sertifikasi ini juga menjadi prasyarat penting untuk meningkatkan kepercayaan pasien dari luar negeri,” tegas Prof. Cita.
Rencana Strategis 2026
Mengacu pada roadmap pengembangan wisata medis nasional, RSUD Dr. Soetomo menetapkan sejumlah prioritas:
1. Penguatan promosi internasional melalui kemitraan dengan agen perjalanan kesehatan
2. Pengembangan paket layanan terpadu untuk pasien internasional
3. Integrasi layanan konsultasi pra-kunjungan melalui telemedicine
4. Peningkatan pendampingan logistik mulai dari kedatangan, perawatan, hingga kepulangan pasien
5. Penambahan layanan unggulan wisata medis, termasuk pelayanan estetika
“Tujuan jangka menengah kami adalah meningkatkan jumlah pasien internasional yang mempercayakan pengobatannya kepada RSUD Dr. Soetomo, sehingga turut mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional,” tutup Prof. Cita. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono