RADARSOLO.COM - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu memahami Skrining BPJS Kesehatan 2026 agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara maksimal.
Fitur ini memungkinkan peserta memeriksa potensi risiko penyakit tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan (faskes).
Faktanya, masih banyak peserta yang belum mengetahui keberadaan maupun manfaat skrining kesehatan BPJS.
Padahal, skrining ini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit sejak dini yang kini semakin dipermudah secara digital.
Baca Juga: Panduan Lengkap Mengakses Layanan BPJS Kesehatan saat Liburan di Luar Kota
Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan?
Skrining BPJS Kesehatan merupakan layanan yang tersedia di aplikasi Mobile JKN dan situs resmi BPJS Kesehatan.
Berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024, skrining riwayat kesehatan adalah proses pengumpulan data terkait kondisi dan kebiasaan kesehatan peserta.
Aturan ini mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2025 dan berlaku bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.
Pada Skrining BPJS Kesehatan 2026, mekanisme dan manfaatnya tetap sama, dengan fokus utama pada deteksi risiko penyakit kronis.
Apakah Skrining BPJS Kesehatan Wajib?
Skrining kesehatan BPJS bersifat wajib bagi seluruh peserta JKN.
Tujuannya adalah memastikan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat sesuai kondisi kesehatannya.
Melalui skrining, peserta dapat mengetahui potensi penyakit sejak awal, sehingga pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Selain itu, peserta juga memperoleh rekomendasi gaya hidup sehat serta arahan medis jika diperlukan.
Perlu diketahui, skrining ini cukup dilakukan satu kali dalam setahun.
Peserta yang telah melakukan skrining pada tahun sebelumnya dapat mengulang kembali pada tahun berjalan.
Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026
Terdapat dua metode yang bisa digunakan peserta untuk melakukan Skrining BPJS Kesehatan 2026, yakni melalui aplikasi dan website resmi.
1. Melalui Aplikasi Mobile JKN
-
Unduh dan buka aplikasi Mobile JKN di ponsel.
-
Masuk menggunakan akun peserta JKN.
-
Pilih menu “Skrining Riwayat Kesehatan”.
-
Isi data diri dan informasi kesehatan, termasuk kebiasaan merokok, pola makan, serta riwayat penyakit keluarga.
-
Masukkan data fisik seperti tinggi dan berat badan.
-
Sistem akan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kategori:
-
Kurus: IMT < 18,5
-
Normal: IMT 18,5–24,9
-
Gemuk: IMT 25,0–29,9
-
Obesitas: IMT ≥ 30,0
-
-
Hasil skrining akan menunjukkan tingkat risiko penyakit: rendah, sedang, atau tinggi.
-
Peserta akan menerima saran pola hidup sehat dan rekomendasi medis sesuai hasil skrining.
2. Melalui Website Resmi BPJS Kesehatan
-
Buka browser di HP atau komputer.
-
Akses laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
-
Isi data diri dan riwayat kesehatan sesuai petunjuk.
-
Masukkan data fisik seperti tinggi dan berat badan.
-
Sistem secara otomatis menghitung IMT dan menampilkan kategori berat badan.
-
Hasil skrining akan menunjukkan tingkat risiko penyakit dan rekomendasi tindak lanjut.
Hasil Skrining Riwayat Kesehatan
Mengacu pada informasi dari Puskesmas Karangpandan, hasil Skrining BPJS Kesehatan 2026 terbagi menjadi dua kategori utama:
-
Berisiko penyakit
-
Tidak berisiko penyakit
Skrining ini mencakup risiko sejumlah penyakit, antara lain:
-
Diabetes melitus
-
Hipertensi
-
Penyakit jantung iskemik
-
Stroke
-
Kanker leher rahim
-
Kanker payudara
-
Anemia pada remaja putri
-
Tuberkulosis
-
Hepatitis
-
Penyakit paru obstruktif kronis
-
Talasemia
-
Kanker usus
-
Kanker paru
Jika hasil skrining menunjukkan status berisiko penyakit, peserta dianjurkan melakukan konsultasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Sementara itu, peserta dengan hasil tidak berisiko akan tetap mendapatkan pemantauan serta edukasi pola hidup sehat.
Manfaat Skrining BPJS Kesehatan 2026
Melalui Skrining BPJS Kesehatan 2026, peserta JKN dapat mengenali potensi gangguan kesehatan sejak dini.
Langkah ini membantu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Di sisi lain, data skrining juga membantu BPJS Kesehatan dalam merancang layanan yang lebih preventif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan peserta.
Dengan akses yang mudah, proses cepat, dan bisa dilakukan dari rumah, skrining BPJS menjadi solusi praktis bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan.
Melakukan skrining secara rutin dapat menjadi kebiasaan positif demi menjaga kualitas hidup yang lebih sehat di masa depan.(np)
Editor : Nur Pramudito