Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 Terbaru: Cek Risiko Penyakit Online Tanpa Datang ke Faskes, Bisa Lewat Website Atau Aplikasi

Nur Pramudito • Sabtu, 3 Januari 2026 | 08:14 WIB

Skrining BPJS Kesehatan 2026 bisa dilakukan online lewat HP. Simak cara skrining via Mobile JKN dan website resmi untuk cek risiko penyakit
Skrining BPJS Kesehatan 2026 bisa dilakukan online lewat HP. Simak cara skrining via Mobile JKN dan website resmi untuk cek risiko penyakit

RADARSOLO.COM - Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu memahami Skrining BPJS Kesehatan 2026 agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara maksimal.

Fitur ini memungkinkan peserta memeriksa potensi risiko penyakit tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan (faskes).

Faktanya, masih banyak peserta yang belum mengetahui keberadaan maupun manfaat skrining kesehatan BPJS.

Padahal, skrining ini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit sejak dini yang kini semakin dipermudah secara digital.

Baca Juga: Panduan Lengkap Mengakses Layanan BPJS Kesehatan saat Liburan di Luar Kota

Apa Itu Skrining BPJS Kesehatan?

Skrining BPJS Kesehatan merupakan layanan yang tersedia di aplikasi Mobile JKN dan situs resmi BPJS Kesehatan.

Berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024, skrining riwayat kesehatan adalah proses pengumpulan data terkait kondisi dan kebiasaan kesehatan peserta.

Aturan ini mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2025 dan berlaku bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.

Pada Skrining BPJS Kesehatan 2026, mekanisme dan manfaatnya tetap sama, dengan fokus utama pada deteksi risiko penyakit kronis.

 

Apakah Skrining BPJS Kesehatan Wajib?

Skrining kesehatan BPJS bersifat wajib bagi seluruh peserta JKN.

Tujuannya adalah memastikan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat sesuai kondisi kesehatannya.

Melalui skrining, peserta dapat mengetahui potensi penyakit sejak awal, sehingga pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Selain itu, peserta juga memperoleh rekomendasi gaya hidup sehat serta arahan medis jika diperlukan.

Perlu diketahui, skrining ini cukup dilakukan satu kali dalam setahun.

Peserta yang telah melakukan skrining pada tahun sebelumnya dapat mengulang kembali pada tahun berjalan.

Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026

Terdapat dua metode yang bisa digunakan peserta untuk melakukan Skrining BPJS Kesehatan 2026, yakni melalui aplikasi dan website resmi.

1. Melalui Aplikasi Mobile JKN

2. Melalui Website Resmi BPJS Kesehatan

Hasil Skrining Riwayat Kesehatan

Mengacu pada informasi dari Puskesmas Karangpandan, hasil Skrining BPJS Kesehatan 2026 terbagi menjadi dua kategori utama:

  1. Berisiko penyakit

  2. Tidak berisiko penyakit

Skrining ini mencakup risiko sejumlah penyakit, antara lain:

Jika hasil skrining menunjukkan status berisiko penyakit, peserta dianjurkan melakukan konsultasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sementara itu, peserta dengan hasil tidak berisiko akan tetap mendapatkan pemantauan serta edukasi pola hidup sehat.

Manfaat Skrining BPJS Kesehatan 2026

Melalui Skrining BPJS Kesehatan 2026, peserta JKN dapat mengenali potensi gangguan kesehatan sejak dini.

Langkah ini membantu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Di sisi lain, data skrining juga membantu BPJS Kesehatan dalam merancang layanan yang lebih preventif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan peserta.

Dengan akses yang mudah, proses cepat, dan bisa dilakukan dari rumah, skrining BPJS menjadi solusi praktis bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

Melakukan skrining secara rutin dapat menjadi kebiasaan positif demi menjaga kualitas hidup yang lebih sehat di masa depan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#bpjs kesehatan #skrining bpjs #skrining BPJS Kesehatan 2026 #Skrining bpjs kesehatan #skrining kesehatan #cara skrining BPJS Kesehatan 2026