Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Awas Super Flu Mengintai! Ini Gejalannya, Jangan Malas Pola Hidup Sehat dan Imunisasi Tahunan

Alfida Nurcholisah • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:00 WIB
Dokter Paru RS UNS dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari.
Dokter Paru RS UNS dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari.

RADARSOLO.COM - Istilah super flu belakangan ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza musiman di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Meski terdengar mengkhawatirkan, super flu bukanlah penyakit atau virus baru, melainkan istilah populer yang merujuk pada lonjakan penularan influenza A(H3N2) subclade K.

Dokter Paru RS UNS dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari menjelaskan, varian tersebut masih termasuk keluarga virus influenza yang selama ini dipantau oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat kasus influenza A(H3N2) subclade K pertama kali terdeteksi pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans influenza.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mayoritas kasus dialami anak-anak dan perempuan. Meski demikian, Kemenkes memastikan situasi masih terkendali dan tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan flu musiman biasa.

Menurut Brigitta, istilah super flu muncul karena penularannya yang relatif cepat serta terjadi secara bersamaan di banyak negara. Namun berdasarkan data epidemiologi, tidak ada bukti varian ini menyebabkan gejala yang lebih berat.

“Secara klinis, gejalanya mirip dengan influenza biasa, seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh lemas,” ujarnya, Selasa (13/1).

Ia menambahkan, virus influenza menyebar melalui percikan udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang menyentuh permukaan terkontaminasi, kemudian menyentuh hidung, mulut, atau wajah.

"Kelompok yang paling berisiko terinfeksi maupun mengalami komplikasi adalah anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis seperti gangguan jantung, paru-paru, diabetes, dan penyakit ginjal. Orang dengan daya tahan tubuh lemah juga lebih rentan mengalami kondisi yang lebih serius," jelasnya.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah tersebut meliputi rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga etika batuk dan bersin, memakai masker saat mengalami gejala flu, serta menghindari kerumunan saat sakit.

Menurutnya, imunisasi influenza tahunan juga tetap dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan karena dapat menurunkan risiko sakit berat dan perawatan di rumah sakit. Selain itu, ia menambahkan, istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Jika muncul gejala berat seperti sesak napas atau tanda pneumonia, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Super Flu Subclade K #gejala super flu #gejala super flu virus