Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Beda Superflu dan Flu Biasa Menurut Dokter Spesialis Paru RSUD Wonogiri, Jangan Sepelekan Demam Tinggi!

Iwan Adi Luhung • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:36 WIB
Dokter spesialis paru di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dr. Bimo Nugroho, Sp. P
Dokter spesialis paru di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dr. Bimo Nugroho, Sp. P

RADARSOLO.COM- Fenomena "Superflu" atau Influenza tipe A (H3N2) belakangan menjadi sorotan.

Dokter spesialis paru RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, dr. Bimo Nugroho, Sp.P, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit ini karena gejalanya yang lebih berat dibandingkan flu biasa.

“Seperti flu pada biasanya, tapi gejalanya lebih berat. Mulai dari demam tinggi lalu meriang cukup hebat. Gejalanya lebih berat dibanding flu biasanya,” ujar dr. Bimo, Jumat (23/1/2026).

Meskipun tingkat kegawatan (severity) dari superflu tidak setinggi Covid-19 atau SARS, penyakit ini tetap tidak boleh disepelekan.

Di negara-negara subtropis, flu jenis ini kerap menjadi masalah kesehatan yang serius.

Meski di negara tropis seperti Indonesia flu sering kali dianggap penyakit biasa.

Terkait sebaran kasus, dr. Bimo mengakui telah mendengar informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai adanya suspek atau kecurigaan kasus superflu di sejumlah daerah di Indonesia.

Namun, untuk memastikan diagnosa tersebut, pasien perlu menjalani tes usap (swab) hidung.

Pengobatan dan Pencegahan

Meskipun gejalanya lebih menyiksa, dr. Bimo menuturkan bahwa penanganan superflu relatif sama dengan flu pada umumnya karena belum ada obat spesifik.

"Superflu ini intinya punya gejala yang lebih berat. Penanganannya sama: istirahat cukup, minum vitamin jika perlu, dan makan yang bergizi. Obatnya hanya untuk meredakan gejala yang muncul, misal obat batuk dan penurun panas. Tidak ada pengobatan khusus," paparnya.

Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Karena penularan virus ini terjadi melalui percikan dahak atau droplets, dr. Bimo menekankan pentingnya kembali disiplin memakai masker dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga: Awas Super Flu Mengintai! Ini Gejalannya, Jangan Malas Pola Hidup Sehat dan Imunisasi Tahunan

“Kalau faktor eksternal seperti iklim atau cuaca kita tidak bisa atur, jadi yang dikuatkan internal. Perkuat daya tahan tubuh kita. Bisa memakai masker medis biasa untuk pencegahan, sering cuci tangan dengan sabun, dan jaga PHBS," pungkasnya. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#RSUD Wonogiri #Super Flu #perbedaan super flu dan flu biasa #dokter spesialis paru #bimo nugroho #penanganan #gejala