Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tips Tangani Anak Tantrum di Tempat Umum: Jangan Malu, Jangan Panik

Iwan Adi Luhung • Jumat, 13 Februari 2026 | 16:53 WIB
Konselor Puspaga Dinsos PPKB P3A Wonogiri Afrilin Dewi Purnama memberikan konseling.
Konselor Puspaga Dinsos PPKB P3A Wonogiri Afrilin Dewi Purnama memberikan konseling.

RADARSOLO.COM-Anak-anak kerap kali mengalami tantrum di tempat umum. Ternyata, penyebabnya bisa bermacam-macam.

Ada sejumlah tips yang bisa dilakukan oleh orang tua menghadapi kondisi tersebut.

Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri Afrilin Dewi Purnama mengatakan, anak tantrum bisa dikarenakan berbagai hal. Termasuk dari segi usianya.

"Misalnya karena masih kecil dan belum lancar berkomunikasi. Anak menangis atau tantrum itu bisa sebagai wujud komunikasi anak sedang berada di kondisi yang kurang nyaman," ujar Dewi Jumat (13/2/2026).

Memurut dia, ada sejumlah faktor penyebab anak mengalami tantrum saat di tempat umum.

Pertama, itu bisa karena keinginan anak tak dipenuhi saat di tempat umum.

Misalnya anak meminta sesuatu kepada orang tuanya namun tak diberikan.

Kedua, bisa saja anak sudah merasa lelah saat di tempat umum.

Ketiga, bisa saja anak mendapatkan stimulasi yang berlebihan seperti dari suara atau suasana yang dilihat anak ramai.

"Saat di jalan misalnya, dari rumah sepi kemudian di tempat tujuan ramai. Anak mungkin lelah kemudian tantrum," kata dia.

Keempat, bisa jadi anak sedang lapar. Hal itu perlu diidentifikasi oleh orang tua.

Saat anak tantrum di tempat umum, menurut Dewi ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh orang tua.

Baca Juga: Anak Rajin Bantu Guru, Kok Dibilang Caper? Ini Kata Psikolog

Yang pertama, orang tua tak boleh panik. Orang tua juga tak boleh malu anaknya tantrum.

Jika penyebabnya diketahui bahwa tantrumnya anak karena ingin sesuatu namun tak diberi, orang tua perlu berhati-hati.

Sebab, anak bisa saja menggunakan tangisannya untuk mendapatkan hal yang diinginkan ke depannya.

"Jangan mudah memberikan hal itu kepada anak supaya anak menjadi diam. Nanti bisa saja disalahgunakan si anak, jadi senjata anak," kata dia.

Selanjutnya, jika dirasa tempat terlalu ramai dan mata orang-orang tertuju kepada anak dan orang tua, anak bisa diajak ke tempat yang lebih sepi untuk ditenangkan.

Itu juga mengantisipasi bertambahnya ketidaknyamanan orang tua dan anak.

Setelah itu, orang tua bisa tenang dan kemudian bisa berjongkok atau duduk setara dengan anak.

Itu jika anak tak mau digendong atau dipeluk. Dekati anak dan pastikan penyebab tantrumnya anak.

"Disampaikan kalau mau menangis tidak apa-apa (meluapkan emosi). Kalau sudah tenang, anak dipeluk. Itu bentuk afeksi. Orang tua juga bisa meminta maaf jika dirasa perlu," kata dia.

Dewi menegaskan, orang tua tak perlu merasa malu jika anak tantrum di tempat umum.

Pola pikir bahwa anak ngeyel karena tantrum di tempat umum harus dijauhi.

"Jangan yang disalahkan anaknya. Kan banyak penyebabnya. Jangan sampai menormalisasi mengecap si anak nakal, tidak bisa diberi tahu," pungkas Dewi. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#tips tangani anak tantrum #penyebab Endometriosis #tempat umum #anak tantrum #solusi