RADARSOLO.COM — Pusat Studi Difabilitas Lembaga Penelitian Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan Universitas Utara Malaysia dan Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui program CREADIS (Program Peningkatan Kreativitas dan Vokasional Disabilitas).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam upaya memperkuat pemberdayaan dan kemandirian melalui pelatihan vokasional dan kewirausahaan inklusif kepada Kelompok Binaan Disabilitas Rumah Sakit Panti Waluyo.
Opening Kegiatan CREADIS dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Ruang Tiberias, Lantai 1, Gedung Grha, RS Panti Waluyo Surakarta.
Opening dihadiri oleh tim pengabdian dari UNS yang diketuai oleh Fadjri Kirana Anggarani, S.Psi., M.A (Dosen Fakultas Psikologi), Direktur RS Panti Waluyo yang diwakili oleh dr. Rossy Ngahu, Arinda Weddinia, S.Psi. selaku Kepala Humpas dan UPKM RS Panti Waluyo, dan 10 peserta pengabdian.
Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan penguatan materi dan pengalaman praktis dalam membangun usaha.
Narasumber tersebut antara lain Dr. Nazmin binti Abdullah dari Universiti Utara Malaysia, Maliyana Nur Wijayanti, S.Pd., M.M. selaku Ketua Komite Tetap UMKM, Kewirausahaan, dan Koperasi Kadin Surakarta, serta Florentino Bintang, Founder Kopi Kawan Tuli Surakarta.
Dalam kesempatan ini, Florentino Bintang juga menghadirkan dua barista tuli yaitu Dela dan Bima yang bekerja di Kopi Kawan Tuli sebagai contoh nyata praktik kewirausahaan inklusif, sekaligus memberikan inspirasi bagi peserta mengenai peluang kerja dan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan mencakup beberapa sesi materi, yaitu Kewirausahaan Inklusif, pentingnya membuka usaha sendiri bagi penyandang disabilitas, serta tantangan dan strategi membangun usaha yang adaptif.
Selain itu, sesi diskusi dan tanya jawab menjadi ruang interaktif bagi peserta untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta memperoleh motivasi dalam mengembangkan potensi vokasional masing-masing.
Kegiatan ini juga didukung oleh juru bahasa isyarat untuk memastikan aksesibilitas informasi selama program berlangsung.
Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dalam mengikuti pelatihan kewirausahaan, serta meningkatnya pemahaman mengenai strategi membangun usaha mandiri yang inklusif.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas ekonomi penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang kerja yang lebih setara di masyarakat.
Program CREADIS mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(*)
Editor : Nur Pramudito