Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada Ruam di Belakang Leher! Pakar Kesehatan Ingatkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Campak

Kabun Triyatno • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:21 WIB

Photo
Photo

RADARSOLO.COM – Meski sering dianggap sebagai penyakit masa kecil yang lazim, campak menyimpan risiko fatal yang kerap luput dari perhatian. Pakar Kesehatan Anak Universitas Airlangga dr. Irwanto Sp.A(K) mengingatkan bahwa penyakit ini merupakan ancaman serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dengan sistem imun rendah.

Irwanto menekankan bahwa kunci utama pencegahan adalah mengenali gejala dini agar pasien dapat segera melakukan isolasi mandiri.

"Pastikan dulu apakah terdapat gejala seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher serta demam tinggi," jelas dr, Irwanto, Minggu kemarin (15/3).

Penyakit ini dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi melalui droplet (percikan cairan) saat penderita bersin, batuk, atau berbicara.

Irwanto memperingatkan bahwa kontak langsung di ruang publik dapat menjadi pintu masuk wabah jika penderita tidak disiplin mengisolasi diri.

“Campak merupakan penyakit menular yang berisiko tinggi sampai pada kematian. Jadi, ketika ada seseorang yang positif terinfeksi, sebaiknya ia segera mengisolasi diri dari ruang publik dan kelompok rentan,” ungkapnya.

Menurut Irwanto, risiko komplikasi dan penularan pada anak-anak melonjak tajam apabila mereka belum mendapatkan vaksin Measles-Rubella (MR) atau campak Jerman. Mengingat sistem imun anak masih berkembang, vaksinasi menjadi satu-satunya solusi efektif untuk meminimalisir risiko kematian.

Untuk membendung persebaran, Irwanto mendorong kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna meningkatkan edukasi inklusif bagi masyarakat.

Orang tua diimbau segera melengkapi imunisasi anak di fasilitas kesehatan terdekat. Masyarakat diminta tidak meremehkan gejala awal dan memahami bahwa campak bukan sekadar ruam biasa. Segera menjauh dari kerumunan jika timbul gejala klinis campak.

“Sekali lagi, campak bukan penyakit biasa. Risiko kematian yang menghantui sebaiknya menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak lagi menganggap sepele gejala-gejala yang timbul,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Kabun Triyatno
#sistem imun #droplet #pasien #campak #risiko #gejala dini #penyakit #mengisolasi diri