Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hadapi Lonjakan ISPA di Musim Pancaroba, Combiphar Perkuat Garda Kesehatan Keluarga

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 15 April 2026 | 19:25 WIB
(Dua dari kiri) Wakil Camat Pancoran Rudy Cahyadi, Direktur Combiphar Weitarsa Hendarto, GM Marketing Combiphar Sandi Wijaya, Sr. Medical Affairs Manager Combiphar dr. Clavelina Astriani hadiri edukasi kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. (DOK.COMBIPHAR)  (Dua dari kiri) Wakil Camat Pancoran Rudy Cahyadi, Direktur Combiphar Weitarsa Hendarto, GM Marketing Combiphar Sandi Wijaya, Sr. Medical Affairs Manager Combiphar dr. Clavelina Astriani hadiri edukasi kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. (DOK.COMBIPHAR) 

RADARSOLO.COM - Perubahan cuaca ekstrem di musim pancaroba kembali menjadi sorotan utama di sektor kesehatan ibu kota. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, mencatat sebanyak 2.5 juta kasus ISPA sepanjang Januari - November 2025.

Tingginya angka kasus ISPA disebabkan oleh berbagai faktor risiko, dan salah satunya adalah perubahan cuaca. Kondisi ini menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan edukasi masyarakat agar dapat bertindak cepat dan efektif.

 Baca Juga: Combiphar melalui Brand Maltofer Mendorong Generasi Sehat dan Cerdas melalui  Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas

Menanggapi situasi tersebut, serta sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat, Combiphar melalui program Combi Hope dalam rangkaian perayaan 55 tahun Combiphar “Sehatkan Kini, Menangkan Esok”, berkolaborasi dengan Kantor Kecamatan Pancoran menyelenggarakan edukasi 
kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. 

Kegiatan ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang didukung oleh Comtusi— obat batuk yang telah lebih dari 30 tahun dipercaya dan diresepkan oleh dokter di Indonesia.

Selain itu, program ini juga mencakup penyuluhan bagi ratusan kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma sebagai garda terdepan di masyarakat, guna meningkatkan pemahaman dalam mengenali jenis batuk dan memilih pengobatan yang tepat. 

Weitarsa Hendarto, Direktur Combiphar menyatakan, selama 55 tahun, Combiphar telah menghadirkan solusi kesehatan yang tepercaya bagi keluarga Indonesia.

"Sejalan dengan semangat 'Sehatkan Kini, Menangkan Esok', kami tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga melakukan tindakan nyata bagi masyarakat. Kegiatan edukasi ini adalah langkah konkret Combiphar untuk memperkuat pertahanan kesehatan keluarga dari lini terdepan, yaitu para ibu kader penggerak sosial pemberdayaan, kesejahteraan dan kesehatan warga,” bebernya.

Sementara itu, Debi Intan Suri, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan memberikan apresiasi kepada Combiphar atas inisiatif edukasi kesehatan.

“Mengingat tren kasus ISPA yang tinggi, kegiatan ini sangat krusial untuk membekali para kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma dengan informasi yang akurat mengenai ISPA, gejalanya, dan bahaya yang mungkin timbul," katanya.

Baca Juga: Simba Sereal Combiphar Perkuat Dukungan Gaya Hidup Sehat Lewat Kemitraan dengan RANS Simba Bogor Musim 2026

"Mengingatkan juga kalau menjaga kesehatan, mencegah penyakit harus dimulai dari diri sendiri baru ke keluarga dan lingkungan sekitar. Kami berharap para kader dapat terus menyebarkan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas di sekitar mereka, menjadikan mereka garda terdepan dalam menjaga kesehatan pernapasan masyarakat,” imbuh Debi 

GM Marketing Combiphar Sandi Wijaya menambahkan, menjelang musim pancaroba, risiko batuk meningkat signifikan. 

Yang sering luput, batuk bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga memiliki biaya tersembunyi. Mulai dari terganggunya istirahat, menurunnya fokus, hingga berkurangnya produktivitas. 

"Jika tidak ditangani dengan tepat, dampaknya dapat menjadi kerugian nyata. Karena itu, pemahaman jenis 
batuk dan penanganan yang tepat sangat penting," terangnya. 

Wakil Camat Pancoran Rudy Cahyadi mengucapkan terima kasih kepada Combiphar atas inisiatif penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Apresiasi juga diberikan kepada Sudinkes Jakarta Selatan, Puskesmas Pancoran, dan jajaran lintas sektoral atas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: INSTO dari Combiphar Luncurkan Kampanye "Bebas Mata SePeLe" Ajak Masyarakat Indonesia Kenali 3 Gejala Mata Kering yang Sering Disepelekan 

"Data Puskesmas menunjukkan kunjungan pasien ISPA di Pancoran meningkat sejak awal 2026,  mencapai puncaknya (lebih dari 1.000 kunjungan) pada Februari, meskipun tren kini melandai hingga April. Ini menjadi pengingat bahwa ISPA masih tantangan kesehatan yang memerlukan upaya pengendalian berkelanjutan," jelas dia. 

Puskesmas dan lintas sektor aktif mencegah ISPA melalui penyuluhan dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kolaborasi lintas sektoral (kesehatan, swasta, masyarakat) sangat dibutuhkan, di mana kehadiran Combiphar menjadi contoh nyata peran sektor swasta dalam upaya  promotif dan preventif kesehatan." tuturnya. 

dr. Clavelina Astriani - Sr. Medical Affairs Manager Combiphar dalam paparannya pada kegiatan tersebut menjelaskan, pada masa pancaroba, perubahan pola cuaca seperti suhu dan kelembapan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.

"Kondisi ini dapat memengaruhi penyebaran virus serta respons tubuh terhadap infeksi. Infeksi saluran pernapasan dapat berdampak pada kualitas hidup dan 
aktivitas sehari-hari, sehingga penanganan yang tepat sejak awal, termasuk pemilihan terapi yang sesuai, menjadi penting,” ungkap dia.

Baca Juga: INSTO dari Combiphar Luncurkan Kampanye "Bebas Mata SePeLe" Ajak Masyarakat Indonesia Kenali 3 Gejala Mata Kering yang Sering Disepelekan 

Terkait pemilihan obat batuk yang tepat, Sandi menyampaikan, selama lebih dari 30 tahun, Comtusi telah dipercaya dan diresepkan oleh dokter untuk membantu meredakan batuk secara efektif.

Melanjutkan kepercayaan tersebut, Combiphar menghadirkan varian baru Comtusi Batuk Kering dan Comtusi Batuk Berdahak yang bisa dibeli secara bebas di apotek dan toko obat agar lebih mudah diakses masyarakat.

Selain efektif, produk ini juga dirancang lebih nyaman dikonsumsi dan lebih hemat dibandingkan produk sejenis. 

Dengan formula yang teruji efektif dan kini dirancang agar lebih nyaman dikonsumsi, produk ini ditawarkan dengan harga terjangkau di kisaran Rp45 ribu.

Baca Juga: Combiphar Dukung Penuh The Indonesia Pro-Am Golf, Tegaskan Gaya Hidup Sehat dengan Olahraga

Seluruh varian Comtusi telah mendapatkan persetujuan resmi dari BPOM dan sertifikasi Halal, memberikan jaminan mutu, keamanan, dan ketenangan bagi setiap keluarga Indonesia dalam mengatasi batuk. 

“Kami percaya bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi penting untuk masa depan, termasuk dalam mencegah “biaya” yang ditimbulkan oleh batuk yang tidak tertangani dengan baik. Selaras dengan komitmen Combiphar, “Championing a Healthy Tomorrow”, melalui kehadiran varian baru dari Comtusi, kami ingin terus berinovasi dan menjadi bagian dari solusi kesehatan masyarakat Indonesia, hari ini, dan untuk masa yang akan datang,” tutup Weitarsa Hendarto, Direktur Combiphar. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#garda kesehatan keluarga #musim pancaroba #combiphar #Edukasi Kesehatan #ispa