RADARSOLO.COM-Penyakit campak belakangan menjadi perhatian. Pasalnya, dampak oenyakit ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi berat. Bahkan bisa berujung fatal.
Dokter spesialis anak dr. Khairunisa Wardani, M.Sc, Sp. A mengatakan, campak adalah salah satu penyakit yang sangat infeksius atau sangat menular.
Campak disebabkan oleh infeksi virus dari genus Morbillivirus.
Baca Juga: RehaDex System, Alat Deteksi Otot Karya Mahasiswa UMS Raih Medali Perak International Science Fair
"Penyebarannya sangat cepat dari satu orang ke orang lain," ujar dia.
Dokter spesialis anak di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiti itu menerangkan, campak berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi yang berat dan menimbulkan kematian.
Adapun komplikasi yang biasa muncul diantaranya radar paru atau pneumonia hingga diare akut yang bisa menyebabkan dehidrasi dengan cepat. Bahkan, campak juga bisa menyebabkan ingeksi otak.
"Kalau sudah sampai jaringan otak, anka kematiannya bisa tinggi," kata Nisa.
Selain itu, komplikasi dari campak bisa muncul enam tahun setelahnya. Dimana terjadi terjadi peradangan di jaringan otak.
"Campak ini bukan hanya penyakit demam dan ruam biasa. Tapi dibaliknya ada komplikasi yang bisa fatal dan bisa menyebabkan kematian," kata dia.
Baca Juga: Preeklampsia, Komplikasi Kehamilan Serius: Kenali Gejala, Penyebab, Dan Pengobatannya
Nisa menambahkan, campak juga bisa menyebabkan kondisi amnesia imunologis. Itu kondisi tubuh yang lupa dengan respons imun. Saat ada kuman, tubuh bisa memiliki respon spesifik.
"Tapi kalau terkena campak, respon itu bisa hilang. Seakan tubuh lupa kalau punya kekebalan," kata dia.
Menurut dia, pemerintah memberikan perhatian khusus atas penyakit itu.
Pencegahan yang bisa dilakukan adalah vaksin yang sudah diatur untuk anak-anak mulai dari balita hingga saat SD.
Karena itu, Nisa menegaskan vaksinasi sangat penting bagi anak. Hal ini demi mencegah terjadinya penilaran campak dan terwujudnya kekebalan komunitas.
Baca Juga: Waspadai Nyeri Perut Pada Anak, Bedah Atau Non-Bedah?
Gejala awal campak adalah demam tinggi, lalu ada batuk pilek dan mata merah (mata mengeluarkan air mata). Yang khas, saat demam tinggi muncul ruam.
"Di hari 3-5 saat demam tinggi muncul ruam. Ini yang khas, ruamnya biasanya mulai dari belakang telinga dan perbatasan rambut maju ke muka, turun ke leher dan seluruh tubuh," kata dia.
Saat ada gejala seperti itu, pasien bisa segera dibawa ke petugas kesehatan. Dari situ akan diperiksa apakah benar campak atau penyakit lain dan segera mendapatkan penanganan. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono