RADARSOLO.COM – Event JCI x Indriati Health Fest 2026 di RS Indriati Solo Baru resmi dibuka pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, hingga 23 Mei. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-9 rumah sakit tersebut, yang tahun ini mengusung semangat hidup sehat, edukasi, dan kolaborasi lintas generasi.
Pembukaan acara dihadiri jajaran Forkopimda Sukoharjo, perwakilan pemerintah daerah, komunitas, hingga organisasi kepemudaan. Bupati Sukoharjo diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukoharjo Teguh Pramono.
Local President JCI Solo Pulung Priyo Utomo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program promosi kesehatan yang tengah digaungkan pemerintah. Menurutnya, JCI Solo ingin menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami mencoba membantu masyarakat yang selama ini mungkin kesulitan melakukan medical check-up karena biaya. Kami bisa menghadirkan layanan medical check-up dengan harga khusus, jauh di bawah tarif normal,” ujarnya.
Baca Juga: Medical Check-Up Murah hingga Games Anak, JCI x Indriati Health Fest Siap Digelar 21-23 Mei
DIa menyebut program tersebut menjadi bentuk kolaborasi JCI Solo bersama berbagai pihak untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Pihaknya juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan tidak berhenti hanya dalam momentum HUT rumah sakit.
Direktur Utama RS Indriati Solo Baru Antonny Halim Gunawan mengatakan, rangkaian Health Fest menjadi momentum memperkuat kolaborasi layanan kesehatan di Solo Raya. Selain layanan medical check-up, rumah sakit juga menghadirkan berbagai pemeriksaan lanjutan, seperti PET Scan, CT Scan jantung, hingga MRI.
“Karena ini momentum ulang tahun rumah sakit, kami memberikan harga khusus untuk layanan PET Scan dan menjadi salah satu yang termurah untuk rumah sakit swasta di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: RS Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan PET Scan, Deteksi Dini Kanker hingga Sel Terkecil
Antonny menegaskan rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik. Karena itu, pihaknya terus mendukung pengembangan Solo Raya Wellness Medical Tourism.
Sementara itu, Teguh Pramono dalam sambutan Bupati Sukoharjo menyampaikan apresiasi atas kontribusi RS Indriati Solo Baru selama sembilan tahun terakhir dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, tantangan dunia kesehatan saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kegiatan Health Fest ini merupakan langkah yang sangat baik karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga medis, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap RS Indriati Solo Baru terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat inovasi kesehatan berbasis teknologi, serta memperluas kolaborasi untuk mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo.
Di hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Wakil Direktur RS Indriati Solo Baru William Tirtaputra menyebut sekira 350 peserta mengikuti medical check-up pada hari pertama. Selain itu, puluhan peserta lansia juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur acara berjalan lancar. Ternyata peserta on-site cukup banyak, sehingga jumlahnya melebihi data pendaftaran awal,” katanya.
Menurut William, pihak rumah sakit masih membuka kemungkinan penambahan kuota peserta selama kapasitas tim medis memungkinkan. Namun, pembatasan tetap akan dilakukan menyesuaikan kelancaran operasional pelayanan.
Dalam momentum HUT ke-9, RS Indriati juga terus mengembangkan berbagai inovasi layanan kesehatan. Salah satunya dengan menargetkan predikat Rumah Sakit Ramah Anak melalui penyediaan playground, gym anak, ruang rawat khusus, hingga layanan dokter subspesialis anak.
William menambahkan rumah sakit juga mulai memperkuat layanan bagi anak berkebutuhan khusus melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas dan tenaga medis spesialis tumbuh kembang. Bahkan layanan tersebut telah didukung fasilitas BPJS.
“Kami ingin rumah sakit menjadi wadah yang nyaman bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang tepat,” tandasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy