Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rakernas PERHOMPEDIN Perkuat Kolaborasi Dokter Hadapi Kanker

Alfida Nurcholisah • Minggu, 5 Juli 2026 | 18:37 WIB
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERHOMPEDIN 2026 yang digelar di Grand Mercure Solo Baru, 3–5 Juli 2026. (ALFIDA/RADAR SOLO)
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERHOMPEDIN 2026 yang digelar di Grand Mercure Solo Baru, 3–5 Juli 2026. (ALFIDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM– Penanganan kanker di Indonesia tidak lagi cukup mengandalkan dokter spesialis.

Peran dokter layanan primer menjadi kunci dalam mendeteksi penyakit lebih dini, mempercepat rujukan, hingga mendukung keberhasilan terapi.

Penguatan kolaborasi tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PERHOMPEDIN 2026 yang digelar di Grand Mercure Solo Baru, 3–5 Juli 2026.

Baca Juga: Ancaman Kanker Paru dari Udara, Pakar UNS Peringatkan Partikel Mikroplastik 1 Mikron Bisa Masuk Aliran Darah

Kegiatan yang menjadi rangkaian SEPUR JOGLO HOM-BASE (Hematology and Medical Oncology: Basic to Advance Scientific Event) itu diikuti lebih dari 245 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum ilmiah tersebut diselenggarakan PERHOMPEDIN Cabang Surakarta bersama PERHOMPEDIN Pusat untuk memperbarui kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat jejaring pelayanan kanker nasional.

Ketua Panitia Rakernas PERHOMPEDIN 2026 sekaligus Ketua Panitia SEPUR JOGLO HOM-BASE dr. Agus Jati Sunggoro  mengatakan, tantangan penanganan kanker semakin besar seiring perkembangan ilmu kedokteran.

Karena itu, sinergi antara dokter umum dan dokter spesialis harus terus diperkuat.

"Melalui Rakernas ini kami ingin mempertemukan dokter layanan primer dan dokter spesialis hematologi-onkologi dalam satu forum," ujarnya, Minggu (5/7).

"Kolaborasi harus dimulai sejak deteksi dini, sistem rujukan yang tepat, hingga penerapan terapi modern berbasis pengobatan presisi," lanjutnya.

Baca Juga: Efek Suhu Ekstrem bagi Kesehatan, Bisa Picu Heat Stroke dan Gagal Ginjal

Menurut Agus, tema Rakernas tahun ini, "Optimizing the Physician's Role in Hematology and Medical Oncology: Advancing Collaboration Between Primary Care and Specialized Oncology Care" dipilih untuk menjawab kebutuhan pelayanan kanker yang semakin kompleks.

Ia menjelaskan, penanganan kanker saat ini tidak hanya mengandalkan tindakan medis seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi target maupun imunoterapi.

Dukungan keperawatan, pemenuhan nutrisi, pendampingan psikologis, hingga aspek spiritual pasien juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi.

"Di era onkologi presisi dan imunoterapi, pelayanan kanker harus dilakukan secara multidisiplin. Karena itu kami menghadirkan forum yang mempertemukan berbagai profesi kesehatan agar pelayanan kepada pasien semakin komprehensif," katanya.

Baca Juga: Kisah Dina Permata Sari: Program JKN Jadi Sandaran Utama Perjuangan Ibunda Melawan Kanker Paru Stadium 4

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda ilmiah.

Mulai workshop transfusi darah rasional, perawatan suportif pasien onkologi, interpretasi hematologi klinik, simposium dengan delapan topik utama.

Berikutnya plenary lecture, dinner symposium, hingga kompetisi abstrak dan poster ilmiah yang melibatkan mahasiswa, dokter umum, residen, praktisi kesehatan, dan dokter spesialis.

Selain memperbarui wawasan klinis, forum tersebut juga menjadi ajang bertukar pengalaman sekaligus membangun jejaring profesional antarinstansi dan antarprovinsi.

Agus berharap kegiatan yang disponsori oleh Kementerian Kesehatan RI dan IDI ini menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

"Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh ilmu terbaru, tetapi juga membawa pulang semangat kolaborasi," tutur Agus.

Baca Juga: FK UNS Turunkan Tim Dokter Spesialis ke Desa, Latih Kader Posyandu Gunung Kidul DIY Jadi Garda Terdepan Deteksi Hipertensi

"Harapannya, mutu pelayanan kanker semakin baik sehingga angka keselamatan pasien dan kualitas hidup penyintas kanker di Indonesia terus meningkat," pungkasnya. (alf)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Rakernas PERHOMPEDIN 2026 #kanker #kemoterapi #dokter