Kolaborasi RS Indriati Solo Baru dan Alpha IVF Group, Hadirkan Layanan Fertilitas Berstandar Internasional

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 19:28 WIB
RS Indriati Solo Baru menghadirkan pusat fertilitas bagi pasangan yang membutuhkan penanganan masalah kesuburan, Sabtu (26/9/2026). Layanan tersebut hadir melalui kerja sama strategis RS Indriati dengan Alpha IVF Group yang berbasis di Malaysia.
RS Indriati Solo Baru menghadirkan pusat fertilitas bagi pasangan yang membutuhkan penanganan masalah kesuburan, Sabtu (26/9/2026). Layanan tersebut hadir melalui kerja sama strategis RS Indriati dengan Alpha IVF Group yang berbasis di Malaysia.

RADARSOLO.COM-Rumah Sakit (RS) Indriati Solo Baru, Sukoharjo memperluas layanan kesehatan dengan menghadirkan pusat fertilitas bagi pasangan yang membutuhkan penanganan masalah kesuburan.

Layanan baru tersebut resmi dibuka di lantai 3 gedung RS Indriati Sukoharjo, Sabtu (26/9/2026) siang.

Pembukaan layanan ditandai pemotongan pita oleh Direktur RS Indriati Sukoharjo, dr. Yohanes Benny dan Country Director Alpha IVF Group Siska Dewanty Hernando.

Layanan tersebut hadir melalui kerja sama strategis RS Indriati dengan Alpha IVF Group yang berbasis di Malaysia.

Baca Juga: RS Indriati Solo Baru Jalin Kerja Sama Strategis dengan Alpha IVF Malaysia, Hadirkan Layanan Program Bayi Tabung Bertaraf Internasional

Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah RS Indriati Solo Baru memperluas cakupan pelayanan. 

Sebelumnya, rumah sakit setempat memiliki sejumlah layanan unggulan yang mencakup penanganan penyakit kritis, seperti kanker, jantung, stroke, serta ortopedi dan trauma.

Pengembangan layanan kini diperluas ke kesehatan reproduksi sebagai bagian dari layanan ibu dan anak.

Dari sisi layanan kanker, RS Indriati memiliki pusat onkologi dan kanker terpadu dengan dukungan teknologi PET-Scan, dua unit mesin radioterapi, ruang perawatan kemoterapi, serta tim dokter spesialis onkologi.

Pada layanan jantung, RS Indriati Solo Bari didukung pemeriksaan CT-Scan 128 slices Coronary Angiography, tindakan DCA hingga PCI, dengan dokter spesialis jantung intervensi yang siap on-call 24 jam.

Baca Juga: RS Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan PET Scan, Deteksi Dini Kanker hingga Sel Terkecil

Sementara pada layanan stroke dan neurosains, RS Indriati Solo Baru memiliki fasilitas MRI 1.5T dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan dua unit CT-Scan.

Penanganannya mencakup sejumlah layanan, mulai R-TPA injection, DSA catheterization, microneurosurgery, rehabilitasi saraf hingga homecare. Adapun layanan ortopedi dan trauma dikembangkan dengan dukungan jejaring kemitraan di bidang olahraga.

Direktur RS Indriati Solo Baru Sukoharjo, dr. Yohanes Benny mengatakan, kesiapan fasilitas dan rekam jejak layanan tersebut menjadi bagian dari fondasi pengembangan layanan baru.

Baca Juga: Beri Penghargaan Bintang 5 ke RS Indriati Boyolali, Direktur TI BPJS Kesehatan Pastikan Transformasi Digital Berjalan Optimal

Kehadiran pusat fertilitas juga sejalan dengan visi rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, melakukan inovasi, dan mengadopsi perkembangan teknologi medis.

“Pusat fertilitas yang disiapkan di Rumah Sakit Indriati Solo Baru ini tentu saja sesuai dengan visi rumah sakit, yaitu selalu mengutamakan mutu layanan, berinovasi, dan meningkatkan teknologi," jelasnya. 

"Harapannya, klinik ini bisa menjadi salah satu layanan unggulan di Rumah Sakit Indriati Solo Baru dan memberikan pilihan bagi pasangan suami istri yang mengalami gangguan kesuburan,” imbuh Yohanes kepada media yang hadir dalam peresmian layanan baru.

Selain layanan penyakit kritis, RS Indriati Solo Baru juga mengembangkan pusat layanan ibu dan anak dengan dukungan tim medis multidisiplin.

Di dalamnya terdapat lebih dari 10 dokter layanan anak serta tenaga medis dengan kompetensi khusus, seperti neonatologi, bedah anak, mata anak, THT anak, jantung anak, ginjal anak, kanker anak, psikologi anak hingga tumbuh kembang.

Menurut Yohanes, kerja sama dengan Alpha IVF Group tidak sebatas penggunaan teknologi.

Pertukaran pengetahuan, pengalaman, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperkuat pelayanan kepada pasien.

“Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek. Kami berbagi dari sisi teknologi, pengetahuan, dan pengalaman. Kolaborasi dari berbagai sudut inilah yang nantinya akan kami berikan kepada pasien,” jelasnya.

Direktur Medis Alpha IVF Jakarta, dr. Seindy Glamour, SpOG, Subsp.FER, menjelaskan, sebagian besar rangkaian program fertilitas dilakukan di RS Indriati.

Sementara pengolahan sel telur dan sperma dalam program bayi tabung menggunakan teknologi yang telah terstandardisasi di Alpha IVF Kuala Lumpur, Malaysia.

“Melalui kerja sama ini, kami berbagi ilmu, teknologi, dan pelayanan agar layanan bayi tabung dan reproduksi di Rumah Sakit Indriati serta Alpha IVF menjadi semakin baik. Tujuan utamanya adalah memberikan hasil terbaik bagi pasien,” ujar Seindy.

Program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung membutuhkan sejumlah tahapan sebelum embrio ditransfer ke rahim.

Pada tahap awal, pasien menjalani persiapan sel telur, pengambilan sel telur, hingga pembentukan embrio yang membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 15 hari.

Setelah embrio terbentuk, pasien masih perlu menjalani persiapan dinding rahim sebelum transfer embrio dilakukan.

Baca Juga: Saraf Kejepit Nggak Harus Operasi! IPM Bisa Jadi Solusi: RS Indriati Solo Baru Tawarkan Penanganan Tanpa Pembedahan dan Tanpa Rawat Inap

Tahapan tersebut dapat membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan, menyesuaikan kondisi dan kesiapan masing-masing pasien.

“Setelah itu, kami akan mengondisikan dinding rahim terlebih dahulu. Jika sudah siap, baru kami jadwalkan program transfer embrio, yang mungkin membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan kemudian,” terang Seindy.

Faktor usia turut menjadi perhatian dalam program fertilitas.

Seindy menyebut tingkat kesuburan perempuan secara umum mulai menurun setelah usia 35 tahun.

Meski begitu, pasien berusia 40, 41, hingga 42 tahun tetap akan dievaluasi untuk melihat peluang keberhasilan sebelum ditentukan penanganan yang sesuai.

“Untuk usia 40, 41, atau 42 tahun tetap akan kami evaluasi untuk melihat peluangnya. Jika peluangnya kecil, kami akan memberikan alternatif penanganan dengan teknologi yang ada untuk memperbaiki peluang keberhasilan program tersebut,” jelasnya.

Selain program bayi tabung, layanan fertilitas tersebut juga mencakup tahapan persiapan pembekuan sel telur atau egg freezing.

Persiapannya dapat dilakukan di RS Indriati Solo. Baru, sedangkan penyimpanan sel telur dapat dilakukan di fasilitas yang tersedia di Jakarta.

RS Indriati Solo Baru juga menyiapkan layanan dengan memperhatikan privasi pasien.

Ruangan dan alur pelayanan dibuat secara khusus bagi pasangan yang menjalani program fertilitas.

Pasien di Solo Raya dan sekitarnya dapat memperoleh konsultasi, skrining awal, pendampingan medis, hingga perawatan setelah prosedur di RS Indriati Solo Baru. 

Seindy mengatakan, pengembangan layanan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan untuk mendekatkan pelayanan bayi tabung sekaligus meningkatkan kompetensi dan teknologi layanan medis di dalam negeri.

Baca Juga: Peringati HUT ke-8 RS Indriati Solo Baru: Serahkan Bantuan Ambulans ke Dinkes Sukoharjo dan Donasi Yayasan Kanker

Dengan adanya kolaborasi tersebut, masyarakat tidak perlu selalu melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan layanan fertilitas.

“Kami sangat bersyukur dapat berkolaborasi dengan Rumah Sakit Indriati, karena ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi ilmu dan menyempurnakan pelayanan. Tujuannya adalah mendekatkan fasilitas ini kepada masyarakat, khususnya warga Solo dan sekitarnya,” pungkasnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Alpha IVF Group pusat fertilitas rs indriati solo baru bayi tabung