RADARSOLO.COM — Cuaca panas dan kondisi kering masih mewarnai sejumlah wilayah Indonesia memasuki awal Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi atmosfer kering masih berlangsung di berbagai daerah.
Sedangkan suhu maksimum di atas 37 derajat Celsius sempat tercatat pada akhir September.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memerhatikan penyimpanan sejumlah bahan makanan di rumah.
Baca Juga: 8 Spot Foto Estetik di Solo, Cocok untuk Konten Tanpa Keluar Banyak Uang
Tak terkecuali roti tawar yang menjadi pilihan praktis untuk mengganjal perut.
Pertanyaannya, ketika suhu rumah terasa lebih panas, apakah roti tawar harus langsung dimasukkan ke kulkas agar tidak mudah berjamur?
Baca Juga: Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Arrmanatha Nasir Jadi Menlu dan Dudung Abdurachman Menko Polkam
Jawabannya bergantung pada berapa lama roti akan disimpan.
Menurut United States Department of Agriculture (USDA), roti yang diproduksi secara komersial dapat disimpan pada suhu ruang selama sekitar dua hingga empat hari.
Jika disimpan di dalam kulkas, masa simpannya dapat mencapai sekitar tujuh hingga 14 hari.
Sementara itu, kualitas roti dapat dipertahankan hingga sekitar tiga bulan jika disimpan dalam freezer.
Artinya, roti tawar yang akan segera dikonsumsi tidak selalu harus dipindahkan ke kulkas.
Roti dapat tetap disimpan pada suhu ruang selama berada dalam kondisi penyimpanan yang sesuai.
Tempat penyimpanan sebaiknya bersih, kering, dan tidak terkena panas secara langsung.
Kemasan roti juga perlu ditutup dengan baik agar makanan tidak terlalu banyak terpapar lingkungan sekitar.
Baca Juga: New Honda Stylo 160 Makin Elegan dengan Warna Baru, Ini Harga Terbarunya di Jawa Tengah
Cuaca Panas Bukan Berarti Roti Pasti Cepat Berjamur
Suhu udara yang tinggi tidak dapat disebut sebagai satu-satunya penyebab roti berjamur. Pertumbuhan jamur juga berkaitan dengan kondisi penyimpanan dan paparan terhadap lingkungan.
USDA menyarankan makanan tetap tertutup untuk mengurangi paparan spora jamur yang terdapat di udara.
Karena itu, menyimpan roti di dekat kompor, terkena sinar matahari langsung, atau berada di tempat yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko penurunan kualitas.
Roti yang masih hangat juga sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam kemasan tertutup. Uap panas yang terperangkap dapat meningkatkan kelembapan di dalam kemasan.
Jika sebungkus roti tidak akan habis dalam beberapa hari, freezer dapat menjadi pilihan penyimpanan yang lebih sesuai untuk jangka lebih panjang.
Roti dapat dibagi menjadi beberapa porsi sebelum dibekukan dan dikemas rapat. Cara ini membuat roti lebih mudah diambil sesuai kebutuhan.
Mengutip dari KlikDokter, roti dapat disimpan di dalam freezer dengan membungkusnya menggunakan kertas atau plastik, kemudian dilapisi aluminium foil.
Cara tersebut dapat membantu melindungi roti selama berada dalam penyimpanan beku.
Saat akan dikonsumsi, roti tidak harus langsung dipanaskan.
KlikDokter menyebut roti beku dapat dibiarkan terlebih dahulu pada suhu ruang atau dipanaskan menggunakan oven.
Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan jenis roti. Roti tawar biasa berbeda dengan produk roti yang mengandung bahan mudah rusak seperti daging atau telur.
USDA menyebut roti yang mengandung daging atau telur matang harus didinginkan dalam waktu dua jam.
Baca Juga: Novel Laut Bercerita Masuk Layar Lebar, Hadir di Bioskop Indonesia di Penghujung Oktober
Nah, persoalan lain muncul ketika bintik jamur sudah terlihat pada permukaan roti. Sebagian orang mungkin memilih memotong bagian yang tampak berjamur dan mengonsumsi bagian lainnya.
Cara tersebut tidak disarankan untuk roti. USDA menyebut roti dan produk panggang yang telah ditumbuhi jamur sebaiknya dibuang.
Artinya, ketika menemukan jamur pada sebungkus roti, memotong bagian yang terlihat rusak bukan pilihan yang aman.
Di tengah kondisi panas dan kering, penyimpanan roti dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk roti yang akan segera habis, suhu ruang dapat digunakan selama roti disimpan dalam kemasan tertutup dan ditempatkan di lokasi yang bersih serta tidak terkena panas langsung.
Untuk roti yang tidak segera dikonsumsi, freezer dapat dipertimbangkan agar persediaan dapat disimpan lebih lama.
Sementara itu, roti yang sudah berjamur sebaiknya langsung dibuang, bukan hanya dipotong pada bagian yang terlihat.
Baca Juga: Cuaca Panas Bikin Tagihan Listrik Bengkak, Ini Tips Hemat Atur AC
BMKG sendiri masih mencatat kondisi kering di sejumlah wilayah pada periode 29 September–5 Oktober 2026, meskipun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal di beberapa daerah.
Dengan demikian, cuaca panas dapat menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan penyimpanan makanan di rumah.
Namun, menjaga roti tetap layak konsumsi bukan semata-mata soal memilih kulkas atau suhu ruang. Lama penyimpanan, jenis roti, kondisi kemasan, serta tempat penyimpanan juga perlu diperhatikan. (Dini Nur Azizah)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo