“Angin kencang itu berlangsung sekitar 30 menit yang diikuti hujan deras kemudian. Saat kejadian itu, saya berada di pendapa sekolah dan sebagian guru sedang mengerjakan e-rapor. Memang bangunan terparah yang paling rusak di kelas IX F ini,” jelas guru PKn SMPN 1 Ngawen Sugeng Riyanto saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di lokasi kejadian.
Meski yang mengalami kerusakan paling parah adalah ruang kelas IX F, tetapi ada bangunan lain yang juga terdampak. Seperti genting di sejumlah kelas, perpustakaan, dan tempat ibadah juga ikut berterbangan. Termasuk gerbang pintu masuk sekolah juga ikut ambrol karena begitu kencangnya angin. (ren/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra