Jembatan Modran terletak di perbatasan Kecamatan Trucuk, Bayat, dan Cawas. Kondisinya cukup memprihatinkan. Tumpukan bambu yang terbawa arus Sungai Dengkeng menumpuk tepat di bawah jembatan.
Supri, 65, warga Desa Planggu mengaku air sungai sempat meluap, Senin sore (30/12) sekitar pukul 16.00. Nyaris merendam permukiman di Desa Desa Planggu, Kecamatan Trucuk dan Desa Talang, Kecamatan Bayat. Warga berharap dinas terkait segera membersihkan tumpukan bambu tersebut.
“Memang belum sempat menggenangi permukiman. Luapan air karena arus sungai terhambat tumpukan bambu di bawah jembatan,” terang Supri, kemarin (31/12).
Luapan air ini membuat warga waspada. Sebagian berjaga sejak malam hingga pagi. Mewanti-wanti jika air masuk permukiman. Mengingat kawasan sekitar termasuk langganan banjir.
“Kalau tidak segera dibersihkan, rumpun bambu ini semakin menghambat arus sungai. Bisa saja pilar ambrol dan jembatan putus. Karena arus sungai deras sekali,” bebernya.
Warga Desa Planggu lainnya, Sigit, 35, mengaku desanya selalu siaga jika debit air sungai meningkat. “Luapan air belum sampai masuk perkampungan. Hanya menggenangi lahan persawahan. Tetapi dari pengalaman tahun sebelumnya, banjir di permukiman bisa sampai 1 meter,” ujarnya.
Luapan juga disebabkan lambatnya pembukaan Cek Dam Tukuman, Kecamatan Cawas. Warga berharap pihak terkait meningkatkkan koordinasi. Agar peristiwa banjir tahun lalu tidak terulang.
“Sungai Dengkeng juga terjadei pendangkalan. Meski hanya hujan gerimis, debit air sungai meningkat signifikan. Mungkin hujan lebat di bagian hulu,” paparnya.
Sementara itu, jembatan sepanjang 40 meter dan lebar 2,5 meter ini sudah dicek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Klaten. Jembatan yang sudah berusia 40 tahun ini kondisinya cukup membahayakan. Bahkan satu sisi pilar sudah berongga dan retak.
“Sungai Dengkeng meluap karena tumpukan sampah. Begitu juga di Cek Dam Tukuman, banyak sampahnya. Kami menunggu relawan menurunkan alat berat untuk pembersihan. Karena berbahaya jika dibersihkan manual,” papar perwakilan DPUPR Klaten Parno Sukoco usai meninjau Jembatan Modran. (ren/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra