“Meski meningkat, pengangkutan sampah tetap dilakukan sesuai jadwal. Mengerahkan 20 unit truk dan 12 unit kendaraan roda tiga,” jelas Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPUPR Klaten Mudzakir, Kamis (2/1).
Pengangkutan hingga pengelolaan sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Troketon, Kecamatan Pedan mengerahkan 270 tenaga kebersihan. Penambahan personel untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah.
Mudzakir menjelaskan, 80 ton sampah itu tidak bisa dikelola seluruhnya dengan sistem istalansi pengelohan sampah domestik (IPSD). Hanya sekitar 4 ton saja. Sedangkan sisanya dikelola pakai metode sanitary landfill yang bagian dasarnya dilapisi geotekstil dan geomembrane.
“Jadi sampah yang datang langsung dipadatkan. Lalu disemprot cairan. Fungsinya agar tidak banyak lalat. Lalu ditimbun tanah,” bebernya.
Petugas TPS Kelurahan Bareng Lor Supriyanti, 40, mengaku ada kenaikan volume sampah. “Sampah yang diangkut tidak bisa dilakukan sekali. Dimulai pukul 07.00 sampai selesai. Tapi ini belum semuanya terangkut,” ujarnya. (ren/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra