Kepala Desa Tegalmulyo Sutarno mengatakan, kearifan lokal di Dusun Girpasang masih terjaga hingga saat ini. Apalagi hanya ada 12 kepala keluarga (KK) dengan 37 jiwa yang mendiami dusun di ketinggian 1.200 mdpl tersebut.
“Selama ini berdasarkan dari warga Girpasang, i sudah ada ribuan orang datang ke kampung mereka. Berbagai kegiatan digelar di sana mulai dari bakti sosial hingga menyatu dengan aktivitas sehari-hari warga,” jelas Sutarno saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Jumat (3/1).
Sutarno mengatakan, wisatawan yang datang ingin melihat pemandangan alam di lereng Merapi. Mereka biasanya tinggal selama dua hingga tiga hari di dusun itu. Meski sudah ada ribuan orang datang ke dusun itu, tapi belum bisa memberikan kontribusi pendapatan bagi desa. Mereka hanya sekadar memberikan bantuan ala kadarnya kepada warga setempat.
“Wisatawan datang ke Dusun Girpasang juga tertarik bagaimana warga bercocok tanam. Maka itu ke depan akan kami kemas dalam bentuk paket wisata karena ini cukup berpotensi,” jelas Sutarno.
Selain itu, keberadaan jembatan seling, yakni kereta barang yang menghubungkan dengan dusun seberang juga menjadi daya tarik wisatawan. Memiliki panjang 120 meter dengan ketinggian 100 meter dari dasar jurang, jembatan ini mampu mengangkut beban hingga dua kuintal.
Jembatan seling di Dusun Girpasang ada sejak 2018. Dibangun lewat bantuan presiden Rp 100 juta. Sekitar Rp 30 juta digunakan untuk membuat MCK di kampung setempat. Sedangkan Rp 70 juta untuk membangun jembatan seling yang sering dimanfaatkan warga untuk mengangkut rumput, ternak dan barang lainnya.
“Kami pemerintah desa berharap jembatan gantung yang menghubungkan ke Dusun Girpasang segera dibangun sehingga mempermudah dan mempercepat akses. Jembatan gantung itu minimal dibangun agar bisa dilintasi manusia. Jangan sampai kendaraan bisa masuk agar kearifan lokalnya bisa tetap terjaga,” jelas Sutarno.
Dia pun menyakini jika jembatan gantung bisa terealisasi pada tahun ini sesuai usaha dari Bupati Klaten Sri Mulyani, maka bakal jadi ikon baru. Mengingat, lokasi ini bisa menjadi salah satu spot selfie yang menarik dengan pemandang alam khas lereng Merapi.
Sementara itu, Koordinator Relawan Desa Tegalmulyo Subur menambahkan jika Desa Tegalmulyo memiliki potensi wisata menarik. Selain Girpasang, masih ada jalur pendakian ke Gunung Merapi di Desa Tegalmulyo, yakni melalui sapu angin, dibuka sejak 2017.
“Memang sejak status Merapi naik jalur pendakian ditutup. Tetapi ketertarikan untuk melakukan pendakian melalui Sapu Angin tetap ada. Seperti malam tahun baru kemarin kami sempat menahan di base camp dua pendaki asal Rusia saat hendak mendaki ke Merapi karena tidak tahu jalurnya ditutup,” tambah Subur. (ren/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra