Akses masuk ke Desa Tegalmulyo sudah lima tahun ini rusak parah. Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo Sutarno mengaku jalan tersebut masih di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten.
“Rusak karena sering dilintasi truk galian C muatan pasir dan batu. Sudah lama sekali tidak ada perbaikan,” kata kades, kemarin (5/1).
Jalan yang rusak mayoritas sudah dicor. Namun tidak tahan lama akibat sering dilintasi truk galian C. Kerusakan sudah disampaikan kepada Bupati Klaten Sri Mulyani. Saat kunjungan ke desa setempat, beberapa waktu lalu. Kades berharap program betonisasi jalan yang digulirkan pemkab sampai ke Desa Tegalmulyo.
“Kerusakan jalur evakuasi ini memang sudah kami sampaikan. Kami harap pembangunan jalur bisa dilanjutkan. Terutama jalan yang masuk ke desa kami,” papar Sutarno.
Koordinator relawan Desa Tegalmulyo Subur menambahkan, saat Merapi erupsi, warga mengungsi ke selter Demak Ijo di Kecamatan Karangnongko. Akses menuju shelter harus melintasi sejumlah desa dengan kondisi jalan berbeda.
“Rutenya melintasi Desa Tlogowatu, Tangkil, Ngemplak, Jiwan, Gemampir, dan Kanoman yang masuk Kecamatan Kemalang. Hingga sampai di shelter yang Desa Demak Ijo, Karangnongko. Jalannya ada yang mulus ada yang rusak parah,” papar Subur.
Di Desa Tlogowatu, jalan rusak sepanjang 2 km. Kerusakan paling parah di Desa Tangkil. Sejauh ini relawan sudah memetakan jalur alternatif selain melintasi Desa Tangkil. Diarahkan melintasi jalur sisi paling timur.
“Memang yang rusak paling parah ya di Desa Tangkil. Selebihnya, jalan menuju selter relatif bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menyebut beberapa jalur evakuasi telah dibenahi. Sesuai kemampuan keuangan pemkab. “Perbaikan jalur evakuasi bertahap. Karena anggaran untuk pemihakan yang lainnya juga. Tapi setiap tahun, kami anggarkan perbaikan jalur evakuasi,” ucapnya. (ren/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra