Sebagai catatan, di Wuhan, Zuhri tinggal bersama istri dan anaknya. Dia tengah menyelesaikan program PhD jurusan Hubungan Internasional di Central China Normal University, Wuhan. Sedangkan istrinya yang akrab disapa Milla masih terisolasi di Wuhan. Karena sedang menjalani studi semester akhir Program Doktoral Administrasi Bisnis di Chongqing University, yang jaraknya sekitar 1.000 kilometer (km) dari Wuhan.
Saat mengecek kesehatan Zuhri dan anaknya, kemarin, petugas dinkes tidak menemui indikasi tertular virus korona. Mengingat keduanya sudah balik ke Tanah Air untuk liburan sejak 9 Januari. Sedangkan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memberlakukan isolasi terhadap Kota Wuhan per 23 Januari.
“Kami datang ke sini untuk mengecek kesehatan warga yang baru pulang dari daerah yang terjangkit virus korona. Upaya ini kami lakukan, pertama, karena punya faktor risiko berasal dari daerah terjangkit. Apakah memiliki tanda gejala korona atau tidak? Seperti demam, batuk, dan sesak napas,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Klaten Wahyuning Nugraheni.
Perempuan yang akrab disapa Nuning ini menegaskan Zuhri dan anaknya negatif korona. Apalagi mereka tidak punya riwayat bersinggungan langsung dengan penderita suspect korona. Selain itu, dinkes juga menanyakan riwayat selama mereka di Wuhan, hingga kondisi lingkungannya.
“Kedua warga bersangkutan tidak mengalami gejala. Termasuk tidak menderita penyakit karena virus. Maka itu, tidak akan terjadi penularan di sekitar tempat tinggalnya saat ini di Kecamatan Tulung,” bebernya.
Secara umum, Nuning memberikan gambaran bapak dan anak tersebut kondisinya sehat. Sebab, sudah melewati dua kali masa inkubasi selama 14 hari. Terhitung dari kepulangan mereka ke Indonesia, 9 Januari lalu.
Nuning juga meminta Zuhri berkoordinasi dengan pelayanan kesehatan masyarakat terdekat. Jika istrinya Hilyatu Millati Rusdiyah kembali dari Wuhan. “Tapi kami yakin, sebelum masuk Indonesia, terlebih dahulu diperiksa KBRI, otoritas bandara, maupun pemerintah pusat. Maka seketika itu juga akan segera diketahui terjangkit korona atau tidak,” ungkapnya.
Sementara itu, Zuhri mengaku sempat mengunjungi sanak saudaranya di Bogor, Jawa Barat. Sesaat setelah menginjakkan kaki di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Zuhri mengaku kondisi buah hatinya sehat. Tiap hari, dia memberi asupan madu demi ketahanan tubuh.
“Saat masih di Wuhan, aktivitasnya biasa. Tidak ada yang pakai masker sama sekali. Hingga akhirnya ramai pemberitaan korona, baru-baru ini,” paparnya. (ren/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra