“Ada kabar gembira untuk dokter dan perawat yang khusus menangani pasien Covid-19. Apabila rumahnya luar Klaten atau kos di Klaten, rumah dinas wakil bupati saya perbolehkan jadi tempat tinggal sementara bagi tenaga medis selama penanganan korona,” jelas Sri Mulyani, Jumat (17/4).
Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten ini mengatakan, penyediaan rumdin wakil bupati sebagai tempat tinggal bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 ini dilakukan karena ada dokter spesialis paru bukan asli Klaten. Termasuk juga dengan perawatnya, sehingga harus menempuh perjalanan jarak jauh ketika hendak bertugas di rumah sakit.
“Hal itu yang tentunya menjadi pertimbangan bagi kami. Mengizinkan rumdin wakil bupati menjadi tempat tinggal sementara atau transit. Siapa pun, baik dokter dan perawat yang menangani khusus pasien Covid-19 boleh memanfaatkan fasilitas di sana,” jelasnya.
Sejak Sri Mulyani resmi dilantik sebagai bupati Klaten pada November 2017 lalu, rumdin wakil bupati tidak pernah ditempati lagi. Mengingat perempuan yang sebelumnya menjawab wakil bupati ini berpindah ke rumdin bupati di Jalan Pemuda, Kecamatan Klaten Tengah.
Sri Mulyani juga telah menyiapkan fasilitas lainnya bagi dokter dan perawat yang menangani Covid-19. Dinas kesehatan (dinkes) akan menyediakan ekstra puding bagi tenaga medis. Hal itu memang menjadi perhatian lebih agar asupan gizi tercukupi.
“Untuk kesejahteraan bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 menjadi perhatian kami. Ka,mi sudah menganggarkan Rp 600 juta untuk ekstra puding bagi tenaga medis,” ucapnya.
Terkait insentif tambahan bagi tenaga medis, Sri Mulyani menjelaskan masih perlu mencocokkan data terlebih dahulu. Meski begitu, dia memastikan akan ada insentif tambahan bagi tenaga medis yang langsung menangani pasien Covid-19.
Dokter spesialis paru Rumsah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten dr Sri Hartati Handayani mengatakan, kebutuhan makanan tambahan bagi tenaga medis yakni perlu susu, roti, dan vitamin. Ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
“Selain itu, para perawat juga dirotasi ketika menangani pasien Covid-19. Hal itu dilakukan agar tidak terlalu sering terpapar. Tapi yang pasti tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). (ren/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra