Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Inovasi Posyandu Door to Door Ala Desa di Prambanan saat Pandemi Covid

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 21 April 2020 | 00:00 WIB
Petugas Posyandu Desa Kebondalem Lor, Prambanan, Klaten, sambangi anak-anak di desa setempat.
Petugas Posyandu Desa Kebondalem Lor, Prambanan, Klaten, sambangi anak-anak di desa setempat.
Persebaran virus Covid-19 yang semakin masif membuat sejumlah kegiatan tidak bisa dilaksanakan. Termasuk kegiatan posyandu di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten yang sempat vakum dua bulan. Nah, kini aktivitas ini mulai jalan dengan cara door to door.

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

SEJUMLAH ibu-ibu kompak mengenakan kaos merah dan tak lupa pakai masker berkeliling kampung. Di antara mereka ada yang membawa timbangan portable dan buku catatan. Mereka menyambangi satu per satu rumah yang ada anak bawah lima tahun (balita). Selain menyapa anak-anak itu, petugas dari Posyandu Desa Kebondalem Lor ini menimbang berat badan sang anak dan memberi makanan tambahan.

Ya, cara door to door ini dilakukan petugas posyandu desa setempat setelah wabah korona merebak. Setelah vakum dua bulan sejak Februari, April ini kegiatan kembali berjalan dengan cara berbeda sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Pelaksanaan posyandu sempat vakum pada Februari dan Maret kemarin. Makanya, kami inovasi dengan cara mendatangi rumah satu per satu. Mengingat tidak boleh kumpul-kumpul,” jelas salah satu kader Posyandu Pos I, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan Yuni, Minggu (19/4).

Yuni menjelaskan, kader Posyandu Pos I terdapat sembilan orang. Mereka dibagi menjadi dua tim. Mengingat jumlah balita di Pos I ada 80 balita. Jemput bola tidak hanya dilakukan di rumah, tetapi sampai di sekitar pasar tradisional di desa setempat.

Setiap tim membawa timbangan portable serta pemberian makanan tambahan (PMT). Setiap balita yang didatangi ditimbang lantas dicatat oleh kader untuk mengetahui perkembangannya. Serta memberikan PMT sehingga diharapkan kebutuhan gizi menjadi terpenuhi.

“Melalui posyandu keliling ini lebih efektif karena seluruh balita akan kita datangi. Kalau sebelumnya diselenggarakan pada satu tempat, belum tentu semuanya berangkat. Di samping itu, kita mengikuti imbauan pemerintah agar tetap di rumah saja. Biarkan kami para kader yang keliling,” jelasnya.

Inovasi pelaksanaan posyandu keliling dengan mendatangi setiap rumah tersebut memang datang dari para kader. Terlebih lagi pelaksanaannya mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah desa. Meski begitu, para kader tetap memperhatikan protokol kesehatan setiap kali melaksanakan tugasnya.

“Saat kita keliling ini juga menjadi sarana kami untuk sosialisasi kepada ibu dan anak mengenai penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mulai dari menggunakan masker hingga cuci tangan pakai sabun, serta mengonsumsi makanan bergizi. Harapannya daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah tertular virus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebondalem Lor, Murtiyanto mendukung sepenuhnya pelaksanaan posyandu keliling yang dilakukan para kader tersebut. Kegiatan ini menjadi ajang mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya menerapkan PHBS.

“Termasuk kita terus mengampanyekan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Mengingat kesadaran warga masih kurang di tengah kondisi seperti saat ini sehingga terus kita sosialisasikan,” ujarnya. (*/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#door to door #sosialisasi phbs #desa kebondalem lor #inovasi #pandemi covid-19 #posyandu keliling