Salah seorang penghuni rumah sekaligus ibu Triningsih, Lasini, 67, mengatakan, jauh hari sebelum kejadian percobaan perampokan itu, dia dan anggota keluarga lain sempat mencurigai adanya kode tercoret di dinding pagar rumah tanda XXX. Namun, tanda itu segera dihapus.
Selain itu, juga ada tanda petunjuk arah untuk menuju rumah milik korban. Hingga akhirnya kekhawatiran kode menjadi korban percobaan perampokan oleh dua orang laki-laki, Kamis tengah malam.
“Saat menjalankan aksi, mereka (dua pelaku, Red) sempat ribut usai tepergok dengan pembicaraan menggunakan logat Jakarta dan Jawa Timur. Mereka menggunakan jaket berwarna hitam dan hijau yang terdapat kodenya dengan menggunakan penutup kepala juga sehingga hanya terlihat matanya saja,” jelas Lasini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Triningsih, 36, menjadi korban percobaan perampokan di rumahnya. Saat kejadian, dia bersama anaknya tidur di lantai II. Sementara Lasini dan suaminya, Joko tengah menonton TV di lantai I.
Lasini dan Joko curiga saat mendengar kaleng jatuh dari lantai II. Benar saja, saat Joko mengecek ke lantai atas, dia memergoki dua laki-laki tengah mengacak-acak tempat penyimpanan uang. Dua pelaku akhirnya melarikan diri sebelum berhasil menggodol barang berharga.
Triningsih sempat disekap dan dilukai oleh pelaku. Sementara sang suami, Pendi yang saat kejadian tengah ronda malam langsung melakukan pengejaran bersama warga lain. Namun, pelaku berhasil melarikan diri.
Kapolsek Klaten Utara AKP Endang Sulistyawati mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus percobaan perampokan tersebut. Pihaknya pun sudah melakukan oleh TKP dengan jajaran Satreskrim Polres Klaten.
“Kalau kejadian memang ada, tetapi terus kita dalami dulu. Sudah ada tiga saksi kita minta keterangan terkait kejadian ini,” jelasnya.
Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengungkapkan, meski tidak ada barang berharga maupun uang yang hilang dibawa pelaku, namun penyelidikan terhadap kasus tersebut terus dilakukan. (ren/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra