Pertunjukan seni yang sering diadakan, yakni pergelaran wayang kulit dan ketoprak. Bagi warga Kota Bersinar yang rindu kesedian daerah, bakal terobati melalui kanal YouTube Wankes Klaten. Termasuk live Instagram di akun @dewankesenian_klt. Bagi yang tinggal di daerah susah sinyal internet, bisa menyimak melalui siaran radio RSPD Klaten di frekuensi 91,6 FM.
“Akibat pandemi, pentas wayang kami hentikan sejak Maret lalu. Dari 28 pementasan, baru 14 yang terlaksana. Akan kami lanjutkan mulai 11 Juli di balai Desa Gaden, Trucuk. Dalangnya Ki Bagong Sugiyanto dan Ki Saptoyo,” jelas Ketua Harian Wankes Klaten F.X. Setyawan, kemarin (10/7).
Pergelaran wayang kulit hanya mengundang 30 orang. Diprioritaskan pemerintah desa setempat dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pembatasan juga menyasar pengrawit (penabuh gamelan). Hanya diisi delapan orang. Ditambah beberapa orang yang mndokumentasikan video pendukung virtual.
“Wajib pakai masker, cuci tangan dengan sapi, dan kami siapkan alat pengukur suhu tubuh. Kami juga siagakan satu unit ambulans di lokasi,” ucapnya.
Selain itu, Wankes Klaten juga berniat melanjutkan sarasehan budaya di 17 kecamatan. Juga menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Tamu undangan dalam sarasehan hanya dibatasi maksimal 60 orang. Bagi warga Klaten yang hendak mengikuti acara sarasehan, bisa melalui kanal YouTube dan live Instagram.
“Sebelum Covid-19, kami sudah mengadakan sembilan kegiatan sarasehan budaya. Kami lanjut lagi 10 Juli di aula Kecamatan Kebonarum. Biasanya yang hadir 200-300 tamu undangan. Tapi sekarang kami batasi,” terangnya. (ren/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra