Kapolda melihat pengungsi di Balai Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, kemarin. Termasuk memantau aktivitas Gunung Merapi dengan melihat layar dan seismograf di kantor desa setempat. Setelah itu, kapolda berkoordinasi dengan kepala pelaksana BPBD Klaten tentang tata kelola penanganan bencana erupsi Merapi. Mulai dari jalur evakuasi, sarana-prasarana hingga penanganan di lokasi pengungsian.
“Untuk anggota polri terdapat 420 personel. Atas inisiatif kapolres dan para relawan, ternak-ternak sudah disiapkan lokasi khusus. Di lokasi itu nantinya akan ada petugas yang menjaga,” jelas kapolda
Akan ada ratusan personel yang disiagakan di kawasan rawan bencana (KRB), didukung oleh para relawan. Mengingat para relawan itulah yang lebih mengenal medan KRB III di tiga desa, yakni Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo.
Diungkapkan kapolda, dalam penanganan erupsi Merapi ini juga perlu penggunaan kearifan lokal. Yakni dengan melibatkan masyarakat lokal yang menjadi relawan. Hal ini dinilai lebih menguntungkan karena masyarakat lokal sangat paham dengan kondisi di lapangan.
Kapolda menilai warga Desa Balerante telah terlatih dalam melakukan evakuasi mandiri dengan menyiagakan kendaraan pribadinya. Jika sewaktu-waktu harus evakuasi mandiri, warga telah siap. Tapi dia berharap agar Gunung Merapi tidak jadi erupsi.
“Ini sudah menjadi kesepakatan BPBD, relawan, dan masyarakat setempat. Contohnya di Balerante ini kepala desanya paham betul kondisi desanya. Tentu tetap di-backup dari TNI-Polri. Yang jelas, polres, kodim, dan pemda sudah siap dalam rangka menangani erupsi Merapi,” jelasnya.
Pihaknya juga menekankan bahwa dalam penanganan pengungsi harus mengutamakan aspek protokol kesehatan, baik itu masyarakat maupun petugasnya. Sehingga tak justru timbul klaster baru dalam pengungsian kali ini. Tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama dinkes setempat akan mengawasi kesehatan pengungsi terdampak erupsi Merapi.
“Ada lansia, ada pula yang sakit. Utamakan mereka dalam penanganan kesehatannya,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Polda Jawa Tengah juga memberikan bantuan berupa obat-obatan hingga sembako. Mulai dari beras, aneka sayur-mayur, lauk-pauk hingga selimut yang diberikan kepada para pengungsi di Balai Desa Balerante.
Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu memastikan akan mendukung apa yang menjadi kebijakan Pemkab Klaten terkait penanganan bahaya erupsi Merapi. Tentu dengan mengerahkan personel serta sarana-prasarananya pada masa tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi kali ini. (ren/wid/bun/ria)
Editor : Syahaamah Fikria