Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Klaten Ancang-Ancang Mulai Pembelajaran Tatap Muka Februari

Perdana Bayu Saputra • Senin, 4 Januari 2021 | 21:38 WIB
Kepala Disdik Klaten Wardani Sugiyanto.
Kepala Disdik Klaten Wardani Sugiyanto.
KLATEN – Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten tegaskan menunda pembelajaran tatap muka (PTM) Januari ini, sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mengingat saat ini kasus positif Covid-19 di Klaten belum melandai dan masih berstatus zona merah penyebaran.

Rencananya, Disdik baru siap membuka lagi PTM pada Februari. Sembari melihat perkembangan kasus Covid-19 dalam dua pekan ke depan.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Usai libur panjang akhir Oktober lalu, ada peningkatkan kasus positif Covid-19. Tapi kalau ini (setelah libur akhir tahun) membaik, kami berharap Februari sudah bisa tatap muka,” papar Kepala Disdik Klaten Wardani Sugiyanto, Senin (4/1).

Wardani menambahkan, hasil evaluasi PTM sebelumnya sudah cukup bagus. Tidak muncul klaster baru penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bersinar –julukan Kabupaten Klaten-. Kendati demikian, masih didapati satu atau dua murid melepas masker usai pulang sekolah karena merasa tidak nyaman.

Disdik ingin perubahan perilaku lebih ditekankan dalam dunia pendidikan. Mengingat Klaten masih berstatus zona merah. Perlu kedisiplinan dan ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Termasuk pembiasaan terhadap guru, siswa, dan orang tua.

“Selama satu bulan ini akan kami manfaatkan untuk perbaikan sarana-prasarana pendukung protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Kami akan koordinasi dengan kepala sekolah SD dan SMP, serta koordinator wilayah (korwil) pendidikan,” urainya.

Selain kepala sekolah, koordinasi juga menyasar orang tua siswa. Yakni memastikan agar perubahan perilaku penerapan prokes dilakoni sejak dari lingkungan rumah. Serta memberi pelatihan bagi para guru agar pembelajaran daring lebih inovatif. Salah satunya dengan penggunaan aplikasi Microsoft Office 365.

“Dari Kemendikbud juga sudah ada buku panduannya. Di samping itu, orang tua wajib memberikan pendampingan belajar terhadap anaknya selama di rumah,” paparnya.

Sementara itu, Kasanah, 34, orang tua siswa asal Desa/Kecamatan Ngawen setuju penundaan PTM Januari. “Saya memilih sibuk mendampingi anak belajar di rumah daripada pembelajaran tatap muka di sekolah. Soalnya saya belum yakin anak-anak menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Pendapat berbeda dikemukakan Laurentius Sukamta, 49, orang tua siswa asal Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi. Dia mengaku PTM masih bisa dilaksanakan. Asalkan prokes dijalankan ketat.

“Anak-anak sudah jenuh. Orang tua juga kewalahan mendampingi. Belum lagi kebutuhan untuk membeli kuota atau paket data internet untuk belajar daring yang terus meningkat,” bebernya. (ren/fer/ria)  Editor : Perdana Bayu Saputra
#pembelajaran tatap muka #ptm mulai februari #disdik klaten