Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Debit Kali Pusur Naik, Sarana Wisata River Tubing Rusak & Hanyut

Perdana Bayu Saputra • Senin, 8 Maret 2021 | 01:11 WIB
Tangkapan layar video yang menunjukan gazebo di bantaran Kali Pusur Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo terkena hantaman derasnya air. (ISTIMEWA)
Tangkapan layar video yang menunjukan gazebo di bantaran Kali Pusur Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo terkena hantaman derasnya air. (ISTIMEWA)





KLATEN - Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (7/3) siang, membuat debit Kali Pusur, Klaten mengalami peningkatan signifikan. Hal ini mengakibatkan sejumlah sarana prasarana milik pengelola wisata air di sepanjang sungai setempat mengalami kerusakan. Terutama hanyutnya gazebo dan pelampung untuk mendukung kegiatan wisata river tubing.












“Untuk hujan derasnya sekitar pukul 13.00, tetapi dari wilayah Boyolali yang menjadi bagian hulu Kali Pusur memang mendung pekat. Sedangkan banjir bandang datang sekitar pukul 15.30, langsung merusak infrastruktur. Tetapi tidak ada korban jiwa,” jelas Ketua Komunitas River Tubing Pusur Adventure (RTPA) Aris Wardoyo saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Minggu (7/3).


Lebih lanjut Aris mengungkapkan, untuk wisata river tubing yang dikelolanya di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo terdapat beberapa kerusakan. Terutama infrastruktur yang ada di bantaran sungai, seperti jalan setapak untuk pengunjung hingga hanyutnya gazebo. Begitu juga bagian dari taman ikut terdampak.

“Sebelum kejadian pengunjung sudah naik ke atas. Banjir bandang ini baru pertama kali terjadi, tetapi tidak sampai meluap ke permukiman warga. Mengingat karakter dari Kali Pusur cukup dalam sehingga masih mampu (menampung air),” jelasnya.

Debit air Kali Pusur mulai surut sekitar pukul 16.45. Saat ini, masih dilakukan pendataan terkait kerusakan sarana-prasarana usai dihantam derasnya sungai. Di samping itu, Komunitas RTPA juga melakukan kegiatan bersih-bersih.

Sementara itu, relawan Sekolah Sungai Klaten (SSK) Arif Fuad Hidayah mengatakan, meningkatnya debit air Kali Pusur secara tiba-tiba dikarenakan hujan deras di wilayah Boyolali sebagai bagian hulu dari sungai tersebut. Sedangkan akhir dari aliran Kali Pusur itu atau bagian hilir di Sungai Bengawan Solo.

“Ketika di Boyolali curah hujannya tinggi perlu menjadi perhatian para pengelola river tubing. Apalagi di sepanjang Kali Pusur ada lima sampai enam pengelola river tubing,” ucapnya.

Arif menambahkan, dari laporan yang diterima para pengelola wisata river tubing, kerusakan yang dialami, di antaranya hanyutnya gazebo, pelampung, dan ban untuk pengunjung. Atas kejadian ini, dia berharap ke depan perlu menjadi perhatian bersama oleh pengelola ketika perubahan cuaca secara ekstrem terjadi di bagian hulu.

“Kalau hujan ekstrem seperti ini, keselamatan jiwa yang paling utama. Sebaiknya ada early warning sytem (EWS) yang terbangun antara Klaten dengan Boyolali,” pungkasnya. (ren/ria)




(rs/ren/per/JPR)




Editor : Perdana Bayu Saputra
#kali pusur #wisata river tubing #hujan deras #debit sungai pusur naik #sarana wisata hanyut