Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BUMDes Kemudo Kembangkan Bisnis Ritel, Jual Produk-Produk UMKM Desa

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 1 Mei 2021 | 20:49 WIB
Toko desa Kamajaya Mart yang dikelola BUMDes Kemudo Makmur mulai beroperasi
Toko desa Kamajaya Mart yang dikelola BUMDes Kemudo Makmur mulai beroperasi
KLATEN – Pandemi Covid-19 membuat badan usaha milik desa (BUMDes) di Klaten berinovasi mengembangkan unit usahanya. Terutama agar bisa bertahan di tengah kondisi yang tidak menentu. Seperti Pemerintah Desa Kemudo yang mulai melirik bisnis ritel, yakni berupa toko desa.

Toko desa yang diberi nama Kemudo Mandiri Jaya Sejahtera (Kamajaya) Mart itu berdiri di atas lahan desa seluas 2.000 meter persegi. Lokasinya cukup strategis karena berada di kawasan industri. Dikelola oleh BUMDes Kemudo Makmur, dengan melibatkan tujuh karyawan yang merupakan warga desa setempat.

“Ide awalnya sebenarnya dari musyawarah desa dan adanya pendampingan pengembangan bisnis di BUMDes. Kemudian, kita memetakan bisnis apa yang bisa diakomodir hingga muncul toko desa. Mengingat selama pandemi Covid-19 bisnis ritel yang masih tetap eksis,” jelas Hermawan Kristanto, kepala desa (Kades) Kemudo.

Dalam musyawarah desa yang mengundang dari berbagai unsur lembaga, menyepakati untuk mengembangkan unit usaha toko desa. Pembangunannya diawali pada Januari 2021 hingga akhirnya pada akhir April resmi dibuka.

Anggaran yang diperlukan untuk membangun toko desa sekitar Rp 950 juta, mulai dari pembiayaan fisik bangunan hingga rak dan isian pada Kamajaya Mart tersebut. Nantinya juga akan dikembangkan untuk bagian pergudangan. Ada pun yang membedakan dengan toko desa lainnya yakni adanya produk UMKM desa setempat.

”Toko desa kami lebih mengutamakan produk-produk UMKM yang memang dari desa kami. Total ada 32 UMKM dengan syarat produknya sudah ada P-IRT saja. Mulai ada kue kering, keripik hingga tape,” ucapnya.

Hermawan menargetkan bisa balik modal dalam waktu tiga tahun ke depan. Ada pun pelanggan yang disasar Kamajaya Mart adalah warga Desa Kemudo serta para karyawan sejumlah perusahaan yang berdiri di desa tersebut. Termasuk para pengendara jalan yang lalu lalang di pabrik.

Sebagai informasi, sebelumnya BUMDes Kemudo Makmur telah mengelola unit usaha pengolahan limbah kayu palet sejak 2016. Usaha ini membuat produk kreatif dair limbah kayu palet, seperti furniture, dekorasi, dan aksesoris.

Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya yang meninjau toko desa Kamajaya Mart berharap, langkah ini bisa ditiru oleh desa-desa lainnya. Terutama daerah yang tidak memiliki potensi destinasi wisata.

“Saya apresiasi kepada BUMDes yang secara inisiatif membuat toko desa Kamajaya Mart ini. Harapan kami, toko desa ini bisa menjual berbagai produk UMKM, khususnya Desa Kemudo dan umumnya Prambanan atau Klaten. Supaya perekonomian di Klaten bisa bangkit, bergerak dan kemiskinan di Klaten menurun,” jelasnya.

Dia pun terus mendorong untuk pembelian berbagai produk yang berasal dari Klaten. Salah satunya beras yang dihasilkan para petani di Kota Bersinar. Hal itu yang terus didorong oleh pemkab terhadap para PNS-nya dan instansi lainnya.

“Begitu juga harapannya untuk toko desa ini juga bisa menjual beras, tetapi beras lokal dari Klaten sendiri. Kalau selama ini di lingkungan pemkab kita terus ingatkan setiap minggunya,” pungkasnya. (ren/nik/ria)

  Editor : Perdana Bayu Saputra
#bumdes kemudo #toko ritel #bumdes #kamajaya mart