Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kantor Kecamatan Gantiwarno Ditutup: PKH, PNS, dan Pejabat Kena Covid

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 1 Juni 2021 | 03:39 WIB
Suasana kantor Kecamatan Gantiwarno, Senin (31/5).
Suasana kantor Kecamatan Gantiwarno, Senin (31/5).
KLATEN – Kantor Kecamatan Gantiwarno ditutup sementara selama tiga hari, mulai Senin (31/5) hingga Rabu (2/6). Hal itu menyusul dua pejabat dan seorang pegawai negeri sipil (PNS), serta pendamping program keluarga harapan (PKH) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Penutupan tiga hari ini dimanfaatkan untuk mitigasi kasus Covid-19. Termasuk upaya disinfeksi terhadap seluruh bagian kantor Kecamatan Gantiwarno. Dibarengi upaya tracking, tracing, dan testing terhadap mereka yang memiliki kontak erat. Munculnya klaster kantor kecamatan ini sangat mencuri perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten.

“Total empat orang positif. Kemudian kami cek kontak eratnya, ternyata hampir seluruh pegawai kantor kecamatan. Demi keamanan dan mencegah penularan meluas, mulai hari ini kantor kecamatan kami tutup. Pelayanan dibuka kembali pada Kamis (3/6),” terang Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (31/5).

Ronny menambahkan, munculnya klaster kantor kecamatan ini merupakan alarm peringatan bagi pelayanan publik. Termasuk kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. Supaya lebih memperketat protokol kesehatan (prokes). Terutama menerapkan work from home (WFH) dan work from office (WFO).

“Ya harus disiplin. Karena di perkantoran berpotensi muncul kerumunan dan sumber penularan. Awalnya ini (kantor Kecamatan Gantiwarno) yang terpapar satu orang. Kenanya dari luar. Kemudian Sabtu (29/5), keluar laporan yang terkonfirmasi empat orang,” beber Ronny.

Camat Gantiwarno Lilis Yuliati menambahkan, kasus Covid-19 pertama kali muncul pekan lalu. Kemudian bertambah lagi dua pegawai dan terpaksa dilakukan tracing. Hasilnya, 10 orang sempat kontak erat dan dilakukan tes Covid-19. Dan ternyata ada dua tambahan lagi yang terpapar Covid-19.

“Tambahan dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 baru diketahui Jumat (29/5). Mereka masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan dua lainnya isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Dengan terpaparnya tiga pegawai dan seorang pendamping PKH kecamatan, memaksa layanan di kantor Kecamatan Gantiwarno tutup tiga hari. Sebab, jumlah pegawai kecamatan hanya sembilan orang, plus tujuh tenaga harian lepas (THL).

“Semua yang terkonfirmasi tinggal di luar wilayah Kecamatan Gantiwarno. Pasien pertama dari Kecamatan Prambanan, yang kedua dari Kecamatan Wedi, ketiga dari Kecamatan Klaten Selatan, dan keempat dari Kecamatan Kalikotes. Kasus pertama yang dari Wedi, perkiraan terpapar dari tempat tinggalnya,” imbuh Lilis.

Sementara itu, hari ini sudah dilakukan tes Covid-19 terhadap para pegawai yang kontak erat. Didominasi PPL pertanian. Ada yang berstatus tanpa gejala.

“Selama penutupan, pelayanan masih normal. Jika ada keperluan penting, biasanya masyarakat menghubungi pegawai kami. Kalau memang memerlukan tanda tangan, biasanya langsung hubungi saya,” tandasnya. (ren/fer/ria)  Editor : Perdana Bayu Saputra
#pegawai kecamatan gantiwarno terpapar covid #kantor kecamatan gantiwarno ditutup #klaster kantor kecamatan