Kondisi ini berdampak pada perekonomian warga. Terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner yang berjualan di sana. Padahal, pedagang kuliner di Umbul Pelem terlanjur mengolah makanan untuk disajikan ke pengunjung saat hari pertama penutupan.
Biar tidak merugi terlalu banyak, inisiatif diambil Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Kamulyan selaku pengelola Umbul Pelem. BUMDes merogoh kocek Rp 2 juta untuk membeli makanan olahan 12 pelaku UMKM di sana.
“Itu belum termasuk penjual di luar kawasan umbul. BUMDes hanya membeli makanan yang diproduksi pedagang di dalam kawasan saja. Menyesuaikan kemampuan BUMDes,” terang Kepala Desa (Kades) Wunut Iwan Sulistya, Senin (2/11).
Selanjutnya, dilakukan swab test kepada tiga petugas loket, kemarin. Sebab mereka paling sering kontak langsung dengan pengunjung. Sedangkan lima pedagang yang sempat ikut swab acak, hasilnya negatif.
Sementara itu, Ning, 40, pedagang kuliner di Umbul Pelem mengaku sebelum ditutup, long weekend kemarin membawa berkah. Dia meraup keuntungan lebih dari Rp 1 juta. “Per hari untungnya rata-rata Rp 200 ribu. Tapi sekarang ditutup dulu tiga hari. Ya mau bagaimana lagi,” ujarnya. (ren/fer) Editor : Perdana Bayu Saputra