Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Masa Pandemi Covid, Kesehatan Ibu Hamil dan Janin Harus Terus Dijaga

Damianus Bram • Minggu, 22 Agustus 2021 | 18:45 WIB
LINDUNGI DIRI: Skrining dan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di SD Kanisius, Sidowayah, Kecamatan Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
LINDUNGI DIRI: Skrining dan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di SD Kanisius, Sidowayah, Kecamatan Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Hamil di tengah pandemi Covid-19 tentu memberikan tantangan tersendiri. Terutama bagi bunda yang harus ekstra hati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain harus menjaga kesehatan diri juga harus memperhatikan si calon bayi.

Apalagi saat ini disarankan bagi ibu hamil yang memiliki usia kandungan di atas 12 hingga 33 minggu untuk mengikuti program vaksinasi yang sedang digalakan oleh pemerintah. Harapannya bisa memunculkan imunitas sehingga menjadikan bunda semakin terlindungi dari paparan virus tersebut.

Meski begitu ada sejumlah tips yang bisa diterapkan dalam menjalani masa kehamilan yang sehat di tengah pandemi.

“Seperti yang selama ini kami sarankan bagi ibu hamil agar tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang. Terutama untuk memperbanyak sayur dan buah,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Tuti Nurhayanti, Jumat (20/8).

Tuti menjelaskan, ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet penambah darah. Hal itu dilakukan untuk mencegah ibu hamil mengalami pendarahan saat persalinan. Selain itu juga  membantu mengoptimalkan asupan nutrisi untuk janin yang sedang berkembang di dalam kandungan.

“Di awal-awal kandungan juga perlu melakukan imunisasi tetanus toxoid (TT). Diharapkan saat melahirkan tidak terkena penyakit tetanus. Ditambah pemeriksaan yang dilakukan secara rutin ke dokter kandungan,” ucapnya.

Tuti juga menyarankan, agar ibu hamil untuk membatasi aktivitasnya ke luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. Mengingat mereka masuk sebagai kelompok rentan sehingga potensi terpapar tetap ada.

“Sekalipun mereka di rumah pun tetap berpotensi untuk terpapar jika suaminya masih memiliki mobilitas yang tinggi maupun anggota keluarga lainnya. Maka itu yang utama tetap menerapkan prokes secara ketat,” ucapnya.

Pengalaman dalam menjalani masa kehamilan dengan sehat dialkukan Emiliana Dwi Susilowati, 38, asal Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah. Salah satunya dia jarang untuk keluar rumah selain melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan.

“Untung saja bidan di lingkungan saya begitu aktif memantau ibu hamil termasuk saya. Selama ini menggunakan grup aplikasi WhatsApp sebagai media informasi dan komunikasi apa yang harus dilakukan dalam menjaga kesehatan di tengah pandemi sebagai seorang ibu hamil,” ucap perempuan yang dipanggil Lia ini.

Saat ini usia kandugan Lia sudah memasukan 26 minggu sejumlah saran dari bidan desa dan dokter telah dilakukan. Terutama untuk menjaga imunitas tubuh sehingga tidak mudah untuk terpapar Covid-19. Salah satunya dengan memperbanyak sayuran dan buah untuk konsumsi sehari-hari.

“Disamping itu saya juga mencari-cari informasi terkait vaksinasi bagi ibu hamil hingga akhirnya mendapatkan vaksinasi. Mengingat saat ini banyak sekali ibu hamil yang terpapar yang akhirnya meninggal dunia. Semoga melalui vaksinasi banyak ibu-ibu hamil yang terselamatkan,” ucapnya. (ren/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Dinkes Klaten #Jaga Kesehatan Ibu Hamil di Masa Covid #Tantangan Ibu Hamil di Masa Pandemi