Mendukung program stop rokok ilegal, Hamenang meminta masyarakat agar tidak membeli rokok ilegal atau tanpa cukai. Karena akan merugiakan berbagai pihak, termasuk petani tembakau. Apalagi, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima daerah, pada akhirnya akan dikembalikan ke masyarakat.
“Bicara pemberantasan rokok ilegal, ke depannya perlu sinergitas. Mulai dari kegiatan sosialisasi sampai penegakan hukum. Sudah ada tim gabungan dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Kantor Bea Cukai,” ungkapnya.
Hamenang menambahkan, pemberantasan rokok ilegal perlu dukungan dari masyarakat. Cukup sederhana. Yakni tidak membeli rokok ilegal yang beredar di pasaran. Hamenang optimistis, cara tersebut ampuh menekan peredaran rokok ilegal. Karena sudah tidak ada permintaan lagi dari konsumen.
Selain itu, sosialisasi dan pemahaman mengenai pemberantasan rokok ilegal, lanjut Hamenang, perlu dimasifkan. Melalui sejumlah media, yang saat ini sudah dilakukan Diskominfo Klaten. Mulai dari pemasangan spanduk dan baliho di 401 desa dan kelurahan.
“Semoga sosialisasi yang sudah dilakukan diskominfo ini, mampu menyadarkan masyarakat akan dampak negatif rokok ilegal. Bagi pedagang yang masih menjual rokok tanpa pita cukai atau cukai palsu, segera hentikan. Termasuk bagi perokok. Jangan beli rokok ilegal lagi,” tegasnya.
Pesan Hamenang ini bukan tanpa alasan. Sebab DBCHT yang diterima Klaten tahun ini Rp 14.620.464.000, telah memberi banyak manfaat. Terutama di bidang pertanian. Pada akhirnya membantu para petani tembakau. Melalui pengembangan sarana dan prasarana pertanian. Termasuk pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam pengelolaan tanaman tembakau.
“Memang, cukai rokok memberikan kontribusi untuk penerimaan negara. Bahkan 10 persen APBN kita dari cukai rokok. Tetapi dilihat juga dampaknya, sehingga perlu diatur. Jangan lupakan regenerasi petani tembakau. Semoga anak muda di Klaten mau terjun sebagai petani tembakau. Karena hasilnya cukup menjanjikan,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Klaten Rizqan Iryawan mengaku sosialisasi stop rokok ilegal melibatkan berbagai pihak. Termasuk jajaran legislatif. “Nanti dalam setiap acara yang diselenggarakan diskominfo, akan diselipkan sosialisasi stop rokok ilegal. Kami akan datangkan berbagai narasumber,” ujarnya. (ren/oh/fer) Editor : Damianus Bram