Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

4 ASN Klaten Korban Dugaan Skimming Pernah Tarik Uang di ATM Samsat

Syahaamah Fikria • Rabu, 8 September 2021 | 22:58 WIB
Jajaran Polres Klaten saat melakukan olah TKP di ATM Bank Jateng di Samsat Kota Klaten. Sejumlah Korban Skimming sempat ambil uang di ATM tersebut. (ISTIMEWA)
Jajaran Polres Klaten saat melakukan olah TKP di ATM Bank Jateng di Samsat Kota Klaten. Sejumlah Korban Skimming sempat ambil uang di ATM tersebut. (ISTIMEWA)
KLATEN - Jajaran Polres Klaten telah menerima empat aduan dari korban dugaan tindak kejahatan skimming. Mereka adalah FY, TS, TT, dan NT, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten yang memiliki tabungan di Bank Jateng.

Keempat pelapor itu sudah dimintai keterangan dari pihak penyidik untuk mendukung pengungkapan kasus tersebut. Direncanakan masih ada enam saksi lagi yang akan dimintai keterangan, yakni satpam yang menjaga ATM dan Bank Jateng.

“Diketahui, semua nasabah uangnya dalam rekening berkurang pada Selasa (7/9), dengan waktu yang berbeda. Kebetulan mereka mengetahui saat melakukan pengecekan dari aplikasi M-Banking. Setelah itu, mereka membuat laporan di Satreskrim Polres Klaten,” jelas KBO Satreskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto, Rabu (8/9).

Hilangnya uang dalam rekening dari masing-masing pelapor bervariasi. Mulai dari Rp 11 juta hingga Rp 182 juta. Diperkirakan, korban dari tindak kejahatan skimming tidak hanya empat ASN itu. Sehingga korban kemungkinan bisa bertambah.

Eko mengungkapkan, masing-masing korban sempat melakukan penarikan uang melalui ATM pada akhir Agustus hingga awal September. Diketahui, keempat pelapor itu pernah melakukan penarikan pada ATM yang sama. Yakni di ATM yang berlokasi di Samsat Kota Klaten. Polisi pun langsung melakukan pengembangan laporan hingga olah tempat kejadian perkara (TKP) pada ATM Bank Jateng di Samsat Kota Klaten.

“Kebetulan ATM ini berada di pinggir jalan. Jadi banyak masyarakat yang bersinggungan dengan ATM tersebut. Dalam penyelidikan kali ini kita akan berkoordinasi dengan pihak bank. Terutama kapan uang dari nasabah ini tiba-tiba berkurang, meski para nasabah baru mengetahui pada 7 Septmber kemarin,” papar Eko.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan menambahkan, pihaknya terus melakukan analisis terkait raibnya uang di rekening milik para ASN di lingkungan Pemkab Klaten.

“Kita terus di lapangan untuk melakukan pemantauan. Kita juga melakukan analisis, meskipun para korban ini tidak hanya melakukan penarikan uang di ATM Bank Jateng di Samsat Kota Klaten saja. Saya harap para pelaku ini bisa segera terungkap dan terus kita koordinasikan dengan pihak terkait,” ucapnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, ATM Bank Jateng yang berada di Samsat Kota Klaten tampak tertutup. Tepat di depan ATM terdapat papan informasi yang bertuliskan sehubungan jaringan PT Bank Jateng sedang mengalami gangguan sehingga ATM Bank Jateng belum dapat operasional dengan baik. Maka dari itu, penarikan melalui ATM dapat dilakukan di ATM Bersama.

“Hari Senin (6/9) hingga Selasa (7/9) pagi, masih dapat digunakan. Tetapi sejak Selasa (7/9) siang sekitar pukul 10.00 sudah tidak dapat digunakan. Ketika petugas dari bank hendak memasukkan uang, juga tidak bisa. Katanya lagi ada gangguan jaringan,” kata Nono, 42, pedagang bakso ojek yang sehari-harinya mangkal di ATM Bank Jateng di Samsat Kota Klaten.

Diungkapkan Nono, sebelum ATM mengalami gangguan tidak ada aktivitas yang mencurigakan. (ren/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#atm samsat klaten #pembobolan rekening asn klaten #bank jateng #kejahatan skimming #pembobolan rekening