Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelaksanaan Vaksinasi di Kecamatan Klaten Tengah Masih Terkendala

Damianus Bram • Minggu, 12 September 2021 | 23:00 WIB
BUTUH MOTIVASI: Pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil di wilayah Kecamatan Klaten Tengah yang dilaksanakan oleh Puskesmas Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
BUTUH MOTIVASI: Pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil di wilayah Kecamatan Klaten Tengah yang dilaksanakan oleh Puskesmas Klaten Tengah. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Sejak 9 September wilayah pusat Kota Klaten khususnya Kecamatan Klaten Tengah telah menjadi zona putih. Artinya, tidak ada kasus aktif Covid-19 di daerah tersebut. Meski begitu, dalam pelaksanaan vaksinasi terdapat kendala terutama bagi tiga kelompok dengan kondisi tertentu.


“Kendala pertama bagi kelompok lansia yang usianya sudah di atas 70 tahun. Mereka kurang berminta untuk divaksinasi. Jadi butuh motivasi agar mau divaksinasi Covid-19,” jelas Camat Klaten Tengah, Sofan, Sabtu (11/9).


Lebih lanjut, Sofan menjelaskan, agar para lansia mau divaksin tidak cukup dimotivasi oleh pihak RT maupun RW saja. Tetapi juga bidan desa perlu terjun guna memberikan pemahaman terkait manfaat vaksinasi tersebut. Harapannya dengan cara pendekatan seperti itu tergugah dan mau divaksinasi.


“Sedangkan kelompok kedua yakni para ibu hamil. Terutama yang masih muda dan merupakan kelahiran anak yang pertama. Mereka sebagian tidak mau, memilih menunggu usia kehamilan yang sudah kuat di atas 6 bulan atau 7 bulan,” ucap Sofan.


Sementara itu, untuk kelompok ketiga yakni mereka yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya. Hal itu menjadikan yang bersangkutan harus memiliki persetujuan dari dokter yang merawat selama ini. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit sesak napas maupun rutin melaksanakan tambah darah.


“Jadi ketika sudah ada persetujuan dokter yang merawat baru bisa dilaksanakan vaksinasi. Tetapi kadang kala dalam skrining tidak lolos. Entah karena khawatir maupun ketakutan sehingga kondisinya tidak memenuhi syarat untuk divaksinasi,” ucapnya.


Ia mengungkapkan, tiga kelompok itu tengah menjadi perhatiannya sehingga diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak. Harapannya permasalahan itu bisa segera teratasi sehingga bisa mendukung capaian vaksinasi di Kecamatan Klaten Tengah. Mengingat saat ini masih 35 persen dari target 48.183 jiwa.


“Kita targetkan minggu depan untuk capaian vaksinasi sudah 50 persen. Vaksinasi ini menjadi salah satu upaya kita untuk mempertahankan zona putih sejak 9 September kemarin,” ucapnya.


Sementara itu, Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Ronny Roekmito menjelaskan pada September kali ini Klaten akan menerima total 250 ribu dosis vaksin. Hal itu diprediksi bisa mendongkrak capaian vaksinasi di Kota Bersinar menjadi 50 persen dari target yang divaksin untuk bisa membentuk kekebalan kelompok ada 1.006.650 jiwa.


“Kalau saat ini untuk capaian vaksinasi sekitar 24 persen. Adanya vaksin hingga 250 dosis ini setidaknya bisa mendongkrak capaian 45 persen hingga 50 persen,” nantinya.


Ronny mengakui, Klaten kedatangan vaksin yang cukup banyak sehingga harus dimanfaatkan secara optimal. Ada pun sasarannya yang menjadi prioritas adalah para lansia guna menekan angka kematian akibat Covid-19. Untuk pelaksanaannya dilakukan oleh pokja vaksinasi yang terdiri dari tiga pilar yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Polres Klaten dan Kodim 0723/Klaten.


“Kondisi saat ini jauh berbeda dengan sebelumnya yang harus berusaha meminta jatah vaksin ke pemerintah pusat karena capaiannya yang minim,” pungkasnya.(ren/fer/dam)

Editor : Damianus Bram
#vaksinasi di Klaten #vaksinasi lansia #Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten #vaksinasi ibu hamil