“Guna mencegah adanya kerumunan, maka untuk pembagian apem akan dilakukan secara online. Ada sekitar 70 pengendara ojek online yang akan mengantarkan ke alamat yang disiapkan oleh panitia. Jadi nanti sudah ada beberapa titik tujuan pengantaran,” jelas Camat Jatinom Wahyuni Sri Rahayu saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo melalui sambungan telepon, Kamis (23/9).
Berkaca dari penyelenggaran puncak tradisi religi Yaa Qowiyyu pada tahun lalu, memang tidak ada sebaran apem yang dihadiri ribuan orang. Mengingat kondisi tahun lalu juga pandemi Covid-19, sehingga diselenggarakan secara terbatas. Begitu juga dengan pembagian apem hanya dilakukan di kompleks Makam Kiai Ageng Gribig.
“Untuk pembagian apemnya akan dilaksanakan setelah salat Jumat. Nantinya masing-masing pengendara ojek online sudah memiliki tujuan pengantaran. Dibagikan masih di sekitaran Jatinom,” ucapnya.
Keterlibatan ojol dalam pembagian apem kepada masyarakat menjadi yang pertama kalinya dalam penyelenggaran tradisi religi Yaa Qowiyyu. Hal itu dilakukan guna menekan terciptanya kerumunan, sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19 dalam acara tersebut.
Sementara itu, Bagian Humas dan Acara Panitia Tradisi Religi Yaa Qowiyyu Muhammad Anshori menjelaskan, pembagian apem dengan melibatkan ojol merupakan kreativitas dari para pengendara. Pihaknya menyambut baik ide tersebut karena bisa mencegah kerumunan di tengah pandemi Covid-19.
“Memang benar (pembagian apem oleh pengendaran ojol). Untuk acaranya, diawali dari para santri akan ziarah ke Makam Kiai Ageng Gribig. Dilanjutkan pembagian apem kepada jamaah yang ada di kompleks. Jumlahnya hanya sekitar 25-50 orang saja,” jelasnya.
Sementara itu, pembagian apem oleh pengendara ojol dengan tujuan beberapa wilayah sekitar Kelurahan Jatinom. Seperti Desa Bonyokan, Krajan, dan beberapa masjid. Panitia menyediakan apem sekitar 500 biji untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Ini belum termasuk apem yang disumbang dari masyarakat untuk dibagikan. Meski pandemi Covid-19, tetapi antusiasme masyarakat yang menyumbang apem cukup tinggi. Kami tidak akan membatasi terkait jumlah apem yang diterima,” pungkasnya. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria