Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Umat Hindu di Klaten Berharap Yoni Tak Tergusur Proyek Tol Solo-Jogja

Damianus Bram • Senin, 27 September 2021 | 13:30 WIB
PASRAH: Umat Hindu asal Kecamatan Polanharjo sembahyang di sekitar yoni yang hendak di lintasi Jalan Tol Solo-Jogja Minggu (26/9) kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
PASRAH: Umat Hindu asal Kecamatan Polanharjo sembahyang di sekitar yoni yang hendak di lintasi Jalan Tol Solo-Jogja Minggu (26/9) kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN - Umat Hindu di Kecamatan Polanharjo, Klaten berharap proyek Tol Solo-Jogja tidak akan menggusur yoni di daerah setempat. Sebab, objek diduga cagar budaya (ODCB) ini berada di tengah persawahan yang hendak dilintasi proyek nasional itu. Kemarin, mereka menggelar sembahyang untuk berdoa di sekitar yoni.

Kegiatan persembahyangan itu dipimpin oleh Wasi Maryono diikuti beberapa umat dengan membawa sejumlah persembahan. Doa bersama itu berlangsung khidmat meski sejumlah pekerja proyek Tol Solo-Jogja sedang mengerjakan pembangunan fisik.

Wasi Maryono mengungkapkan, sudah sejak dulu yoni berada di lokas itu. Termasuk keberadaan dua gundukan yang mengapit yoni tersebut. Sejak dahulu digunakan sebagai tempat persembahyangan bagi Umat Hindu di Kecamatan Polanharjo dan sekitarnya.

“Sejak saya kecil yoni sudah ada di situ. Saya kurang tahu itu bangunan tahun kapan. Tetapi memang digunakan untuk tempat persembahyangan,” ucap pria yang sudah berusia sekitar 80 tahun itu.

Terkait yoni yang hendak dilintasi Jalan Tol Solo-Jogja, dia hanya bisa pasrah. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Hanya saja permintaan umat Hindu Polanharjo agar keberadaan yoni tidak digeser sehingga berada di lokasinya saat ini.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Polanharjo Saryono mengungkapkan, kegiatan persembahyangan yang dilakukan oleh umat itu bagian upaya dari melestarikan keberadaan ODCB tersebut. Dia berharap ada upaya yang sama dari pemerintah meski nantinya dilintasi Jalan Tol Solo-Jogja.

“Kalau kami dari umat Hindu berharap agar pemerintah juga ikut terlibat dalam menjaga cagar budaya ini. Saya harapkan untuk yoni tetap berada di posisinya saat ini. Mengingat itu menjadi tempat pemujaan,” ucapnya.

Penyuluh Agama Hindu di Kecamatan Polanharjo Mantri Wayan Supatra mengharapkan agar pengerja proyek Tol Solo-Jogja tetap membuatkan akses ke sekitar kawasan yoni tersebut. Mengingat setiap kali Hari Raya Umat Hindu, yoni itu masih digunakan untuk persembahyangan.

“Bagi Umat Hindu menyebutnya sebagai kawasan Candi Siwa. Sampai saat ini kami masih rutin persembahyangan setiap kali Hari Raya Umat Hindu. Ke depan, kami akan melakukan pengawasan terhadap sekitar lokasi yoni selama proses pengerjaan tol,” jelasnya.

Terkait rencana dari pengerja proyek tol yang akan membuat struktur melayang saat melintasi yoni. Mantri kurang setuju. Mengingat selama ini ketika Umat Hindu sembahyang di atasnya selalu langit. Maka itu dia berharap jalan tol melintasi disamping yoni bukan di atasnya.

“Sebisa mungkin lewat di sampingnya bukan di atasnya. Apalagi yoni ini cukup unik karena bagian kepalanya menyerupai kura-kura. Ini satu-satunya di Klaten, kalau biasanya kan menyerupai naga dan ular,” ucapnya.

Sebelumnya, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Jalan Tol Solo-Jogja, Christian Nugroho menjelaskan, jalan tol akan dibuat melayang saat melintasi yoni di Desa Keprabon tersebut. Termasuk nant untuk yoni tetap ditempatkan pada lokasi seperti saat ini.

“Kalau yang dicagar budaya itu nantinya dibuat melayang dengan konstruksi berupa tiang-tiang penyangga. Nantinya masih bisa diakses juga. Tetap sesuai dengan fisiknya saat ini, tidak ada perubahan,” ujarnya. (ren/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Yoni di Polanharjo #Objek Diduga Cagar Budaya #Yoni Terdampak Jalan Tol Solo-Jogja #proyek tol solo-jogja