Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Art Klat: 1,5 Ton Besi Rongsok Disulap Jadi Karya Seni Tiga Dimensi

Damianus Bram • Kamis, 28 Oktober 2021 | 01:30 WIB
INSPIRATIF:  Salah satu pengunjung saat menyaksikan karya seni tiga demensi yang berbahan besi rongsok di Ruang Publik Lima Benua, Desa Belangwetan, Klaten Utara. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
INSPIRATIF: Salah satu pengunjung saat menyaksikan karya seni tiga demensi yang berbahan besi rongsok di Ruang Publik Lima Benua, Desa Belangwetan, Klaten Utara. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Sejumlah seniman asal Klaten menggelar pertunjukan seni dan pameran seni tiga dimensi di Ruang Publik Lima Benua, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara Rabu (27/10). Acara itu bertajuk Art Klat ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda.


Menariknya, karya seni tiga demensi yang ditampilkan dalam pameran ini memanfaatkan besi rongsok seberat 1,5 ton. Ditangan tujuh seniman asal Klaten, barang rongsokan diolah menjadi beragam bentuk mulai ikan, kepiting, lobster, burung dan tumbuhan yang jumlahnya mencapai 93 karya.


“Kegiatan Art Klat ini yang baru pertama kali digelar untuk mendorong semangaat anak muda. Jika dahulunya anak muda sudah berani merancang masa depan negara. Sedangkan di saat ini kita bisa menunjukan dengan kreativitas dan progesif di tengah pandemi,” ucap penggagas Art Klat, Temanku Lima Benua.


Lebih lanjut, perempuan yang akrab dipanggil Liben itu menjelaskan, proses pembuatan 93 karya seni tiga demensi itu butuh waktu lebih dari dua minggu. Proses pembuatan dimulai sejak 11 Oktober lalu. Setiap harinya bisa membuat lima sampai tujuh karya. Disamping memanfaatkan besi rongsok, juga memanfaatkan aluminium yang seluruh prosesnya melalui pengelasan.


“Dalam membuat karya itu tidak harus mahal atau merusak lingkungan. Kita bisa memanfaatkan material yang ada di sekitar lingkungan kita. Pameran yang kita gelar ini juga terinsipirasi dari eco art,” ucap Mahasiswi Semester 3 Jurusan Tata Kelola Seni, Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini.


Liben berharap dengan kegiatan Art Klat yang berlangsung hingga Kamis (28/10) ini bisa menjadi garda terdepan dalam gerakan kebangkitan untuk melawan pandemi Covid-19. Diharapkan bisa mendorong pemudi-pemuda kreatif untuk bangkit dan tetap produkftif di masa pandemi. Momen Sumpah Pemuda dijadikan semangat untuk terus berkarya di tengah keterbatasan.


Sementara itu, salah satu pengunjung sekaligus pengajar Fakultas Seni Rupa ISI Jogjakarta, M Dwi Maryanto mengapresiasi anak didiknya yang menggelar pertunjukan seni dan pameran tersebut. Menurutnya Art Klaten bisa menjadi kekhasan tersendiri untuk pameran seni di Kota Bersinar.


“Menurut saya ini bisa menjadi culture heritage, karena mengangkat isu yang strategis seperti daur ulang. Apalagi kemampuan anak muda dalam mengelola ini semua. Benar-benar bisa menjadi satu pusaka Klaten,” ucapnya.


Ia memandang Art Klat, tidak hanya menjadi pameran seni lokal saja tetapi bisa menjadi nasional hingga mendunia. Menurutnya, tidak banyak anak muda yang menggagas pameran yang diadakan di Ruang Publik Lima Benua itu. Apalagi anak muda saat ini baru terdorong ketika ada event yang menjadi viral.


“Apalagi misi di dalamnya ada isu strategis tenang lingkungan. Tidak diundang pun orang akan datang. Ditambah di sekitar ruang publik ini terdapat hutan dan sungai, menarik ini,’ ucapnya. (ren/dam)

Editor : Damianus Bram
#Art Klat #Besi Rongsok Disulap Jadi Karya Seni Tiga Dimensi #Ruang Publik Lima Benua #Temanku Lima Benua #Pameran Seni Tiga Dimensi