Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kebut Proyek Jembatan Gantung, Ditarget Rampung Desember

Damianus Bram • Senin, 1 November 2021 | 15:45 WIB
53 PERSEN: Alat berat diterjunkan dalam proyek jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sabtu (30/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
53 PERSEN: Alat berat diterjunkan dalam proyek jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sabtu (30/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KLATEN – Proyek jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Girpasang dan Dusun Ngringin, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten ditarget rampung Desember. Saat ini, progres pembangunan mencapai 53 persen. Rencananya, pekan ini material untuk jembatan sudah tiba dan akan segera dipasang.

Bupati Klaten Sri Mulyani menyempatkan meninjau proyek jembatan gantung, Sabtu (30/10) siang. Dia berharap, jembatan ini memudahkan akses warga yang tinggal di Dusun Girpasang. Selama ini, satu-satunya akses menuju dusun terpencil di lereng Gunung Merapi tersebut hanya satu. Itu pun harus jalan kaki melintasi ribuan anak tangga.

“Saya berharap jembatan gantung ini bisa membangkitkan perekonomian desa wisata. Termasuk UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) di sini yang mulai tumbuh. Kami dukung potensi yang ada di sini agar terus terangkat,” ucap Sri Mulyani di sela kegiatan.

Sebagai catatan, jembatan gantung dibangun di sisi jalan setapak menuju Girpasang. Dan hanya beberapa meter dari gondola yang dibangun warga untuk mengangkut pakan ternak dan barang. Berdampingan dengan gondola wisata yang dibangun pemerintah desa setempat.

Bupati menegaskan, jalan setapak dengan ribuan anak tangga tetap dipertahankan. Meskipun nanti pengerjaan jembatan gantung rampung. Karena di mata bupati, inilah keunikan dari Girpasang yang bisa dijual ke wisatawan.

“Sebenarnya jembatan gantung bisa dilintas kendaraan seperti sepeda motor. Tetapi warga tidak menghendaki. Supaya jembatan awet,” imbuhnya.

Pengawas proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Fajar Suryanto menambahkan, material jembatan akan tiba pekan ini. “Kami optimis dapat selesai tepat waktu. Kendalanya hanya medannya yang curam. Kami juga memanfaatkan gondola untuk menyeberangkan material,” urainya.

Nantinya, jembatan gantung memiliki bentang sekitar 120 meter dan lebar 2,7 meter. Namun, saat jadi nanti lebar akses jalan hanya sekitar 1,9 meter. Jembatan dibangun di ketinggian 150 meter dari dasar jurang. Anggarannnya disedot dari APBN. Satu paket dengan jembatan di Desa Parean, Kabupaten Semarang senilai Rp 5,9 miliar.

“Konstruksinya lantai jembatannya pakai baja ringan. Ada tiang dan (tali) slingnya juga. Kami akan terus mengecek dan uji coba. Memastikan supaya tidak ada pergeseran,” bebernya.

Nantinya, jembatan gantung ini khusus untuk pejalan kaki. Kecuali kondisi darurat, seperti ada warga yang sakit dan harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan (fasker) terdekat. Baru diperbolehkan melintas dengan kendaraan roda dua. “Pemanfaatan jembatan sepenuhnya kami serahkan ke warga Dusun Girpasang,” ujarnya. (ren/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Kebut Proyek Jembatan Gantung #Proyek Jembatan Gantung #Proyek Jembatan Gantung Ditarget Rampung Desember #bupati klaten sri mulyani