Koordinator Saganu Soloraya, Nuryadi menyampaikan, apel siaga saganu diadakan di kompleks Ponpes Alpansa karena ingin menimba spirit dari KH Muslim Rifai Imampuro (Mbah Liem). Dia adalah pencetus slogan “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya” yang dimakamkan di kompleks ponpes tersebut.
”Melalui apel siaga ini kita akan menuju ke kemandirian umat dalam hal pelayanan kesehatan dan kemanusian. Semoga dengan adanya Saganu tidak menghilangkan rasa kemanusian dan kepedulian kita terhadap Indonesia,” ucap Nuryadi, saat ditemui Jawa Pos Radar Solo usai apel siaga, Rabu (10/11).
Dia mengungkapkan, meski kasus Covid-19 tengah melandai, tetapi pihaknya dengan pengemudi mobil ambulans di bawah naungan NU tetap siaga. Total ada 20 mobil ambulans yang disiagakan khusus di wilayah Kabupaten Klaten. Sedangkan di Soloraya sendiri ada 56 armada yang disiapkan.
Nuryadi memastikan seluruh pengemudi mobil ambulans tetap profesional dalam menjalankan tugasnya. Terlebih lagi sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. Sedangkan seluruh pelayanan yang diberikan oleh mobil ambulans dari Saganu gratis tanpa dipungut biaya.
”Masing-masing mobil ambulans yang di Soloraya juga memiliki nomor lambung. Hal ini untuk memudahkan pergerakan mobil ambulans ini sedang mengantarkan dimana,” ucapnya.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Klaten, Mujiburrahman mengungkapkan, apel siaga Saganu Soloraya kali ini terasa spesial. Mengingat dilaksanakan bertepatan di peringatan Hari Pahlawan Tahun 2021.
”Saganu telah melayani masyarakat di bidang kesehatan. Saya pribadi tidak bisa membayangkan tugas yang iemban para anggota saganu di tengah gelombang kedua Covid-19 beberapa waktu lalu. Dalam sehari bisa tiga hingga empat memakaman jenazah,” ucap Mujiburrahman yang juga menjadi pembina dalam apel siaga saganu tersebut.
Lebih lanjut, Mujiburrahman mengajak seluruh peserta apel untuk selalu bersyukur dan tetap semangat. Terlebih lagi tetap memberikan pelayanan sehingga bermanfaat bagi seluruh umat.
Turut hadir dalam apel siaga tersebut, pengelola Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti seperti KH Zaifuddin Zuhri (Gus Zuhri), KH Jalladin Muslim (Gus Jalal), KH Jazuli A Kasmani (Gus Jaz). Termasuk Ketua GP Ansor Klaten Marzuki dan warga NU lainnya.
Usai apel siaga, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Mbah Liem. Termasuk pemberian santunan kepada anak yatim di kompleks Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) tersebut. (ser/ren/adi) Editor : Damianus Bram