Talut yang ambrol sepanjang sekitar 25 meter dengan ketinggian 4 meter. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.
“Bangunan talutnya ini untuk memperkuat tanggul. Curah hujan cukup tinggi membuat talut kemasukan air. Ini menjadikan tekanan ke bawah cukup berat,” jelas Kepala Desa Sawit Maryadi, Jumat (12/11).
Menurut Maryadi, bangunan talut baru berumur sekitar satu bulan. Puing-puing talut masuk ke sungai tetapi tidak sampai menutup penuh. Pihak desa akan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna menentukan cara agar puing tidak menyumbat aliran air.
“Talut yang longsor ini bagian dari akses menuju taman di sekitar sungai,” ucapnya.
Camat Gantiwarno Lilis Yuliati mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani talut yang ambrol.
“Sebagian puing materialnya menutupi saluran avur Jetis Bolo. Hujan deras dengan durasi lama membuat uruk pada talut ambrol,” kata dia. (ren/wa/dam) Editor : Damianus Bram