“Embung ini sudah dibangun beberapa tahun yang lalu. Selama ini digunakan untuk sumber irigasi lahan pertanian warga. Termasuk tempat budidaya ikan nila,” kata Lanjar, 70, warga Desa Krakitan, Sabtu (13/11).
Kepala Desa (Kades) Krakitan Nurdin menambahkan, Embung Purbasari memiliki luas sekitar 1 hektare dengan kedalaman 10 meter. Pemerintah desa (pemdes) pernah pernah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat sekitar Rp 1 miliar pada 2020. Anggaran itu bakal dialokasikan untuk pengembangan wisata embung.
“Jalan masuk embung rencananya akan kami cor dan diaspal. Tetapi karena ada pandemi Covid-19, tidak memungkinkan menyedot anggaran dana desa,” bebernya.
Nurdin menambahkan, belum memungkinkan menyulap Embung Purbasari jadi destinasi wisata dalam waktu dekat. Karena harus berkoordinasi dengan Perhutani serta pemilik lahan di sekitar embung.
“Kami menunggu proses revitalisasi Rowo Jombor dulu. Sementara kami optimalkan potensi yang ada dulu. Embung masih difungsikan untuk pengairan dan budidaya ikan,” terangnya. (ren/fer/dam) Editor : Damianus Bram