”Ada sekitar 50 barista yang terlibat dalam penggalan dana ini. Cukup bayar kopi seikhlasnya dan nanti seluruh dananya untuk donasi. Hingga saat ini antusiasnya cukup bagus,” jelas salah seorang pelaksana kegiatan, Dicky, kemarin (13/12).
Dicky mengungkapkan, penggalangan donasi masih dilakukan hingga Minggu (19/12) mendatang. Pihaknya membuka kesempatan dari berbagai komunitas maupun masyarakat untuk berdonasi. Nantinya dana hasil pengumpulan donasi bakal disalurkan melalui kerjasama dengan SAR Klaten.
Dalam acara tersebut untuk berdonasi sebenarnya tidak hanya dilakukan melalui pembelian segelas kopi saja. Mengingat juga diikuti komunitas barbershop dan tato di Klaten. Bahkan ada masyarakat yang mau dipotong gundul dengan menerima bayaran Rp 1 juta serta ditato temporer sebesar Rp 250.000. Tetapi seluruhnya didonasikan kepada korban erupsi Semeru.
”Sebenarnya saya sendiri belum pernah dipotong gundul. Tetapi tertantang, kalau berani potong gundul akan dibayar Rp 1 juta itu dan ditambah tato dengan dibayar Rp 250.000 dari komunitas sepeda. Saya berani dan seluruhnya untuk donasi para korban erupsi Semeru,” ucap Beni yang merupakan anggota Komunitas Scooter Klaten.
Beni pun mengajak seluruh masyarakat Klaten untuk bisa terlibat dalam acara donasi tersebut. Mengingat masih dibuka kesempatan dalam waktu satu minggu kedepan. Terlebih lagi sekaligus bisa mengenal dan menjalin silaturahmi komunitas kopi barbershop dan tota di Klaten. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram