Sekretaris Dekranasda Jateng Eko Partono mengungkapkan, tantangan perajin dihadapkan pada digitalisasi. Untuk itu perajin harus mampu mengoptimalkan penggunaan media sosial dan marketplace. Sehingga pemasaran produk semakin luas.
”Dimana pun mengalami perubahan jadi perlu pembentukan literasi digitalisasi. Saya yakin jajaran Dekranasda Klaten bisa menjawab tantangan ini,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Dekranasda Klaten masa bakti 2021-2026 di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (21/12).
Dia berharap promosi secara online bisa meningkatkan penjualan. Mengingat berbelanja secara online sedang digandrungi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
”Ini sebagai momentum yang tepat dalam pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM. Apalagi Klaten memiliki potensi kerajinan yang luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Klaten Endang Samiasih Rahayu mengungkapkan berbagai hal telah dilakukan dalam rangka mendukung promosi dan pemasaran hasil kerajinan di Klaten. Salah satunya melalui kehadiran show room Dekranasda di Jalan Mayo Kusmanto, Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah.
”Kami juga memiliki pokok-pokok mengenai program yang sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait. Saya mohon dukungan dan kerjasamanya,” ucapnya.
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, salah satu produk kerajinan khas Klaten yakni lurik dan batik. Guna mendukung dua produk kerajinan itu, pemkab mengeluarkan kebijakan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) mengenakan lurik.
”Dulu ada kewajiban untuk seluruh tamu pemkab dan DPRD Klaten mengunjungi show room Dekranasda. Ini bagian dari promosi untuk seluruh produk kerajinan yang ada di Klaten. Apalagi bisa dikomunikasikan dengan pihak perajin sehingga para tamu ini bisa mendatangi langsung,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram