Kendaraan dari arah Jogja menuju Solo dialihkan ke jalan lingkar utara dengan melintasi Jalan Merbabu, Jalan Andalas, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Mayor Sunaryo dan tembus ke ruas Solo-Jogja.
“Ini bagian dari pengembangan ke sisi utara. Jadi kendaraan dari arah Jogja hendak ke Solo saat melintasi Kota Klaten akan dilewatkan di jalur lingkar utara,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten Supriyono.
Ada sejumlah pertimbangan untuk menerapkan sistem satu arah selama 24 jam. Selain untuk pengembangan sisi utara Klaten, juga meminimalkan kecelakaan. Terutama pada pergantian watu dari satu arah menjadi dua arah di atas pukul 22.00.
“Maka itu, momen kali ini menurut saya tepat untuk memberlakukan jalan satu arah selama 24 jam penuh. Tetapi perlu dibahas lagi di forum lalu lintas untuk melihat dari berbagai sisi,” ucapnya.
Sementara itu, Diana Kristiawati, warga Bareng, Kecamatan Klaten Tengah yang memiliki usaha bengkel di Jalan Pemuda, mendukung rencana sistem satu arah 24 jam. Menurutnya, hal itu bisa mencegah terjadinya kecelakaan saat ruas jalan beralih menjadi dua arah.
“Tentunya dengan penerapan jalan satu arah itu bisa menjadikan lebih teratur. Soalnya ketika jelang Subuh, para pengendara sering melanggar lampu lalu lintas. Terutama di simpang empat Bareng, sehingga terjadi kecelakaan,” urainya.
Ditambahkan Diana, rencana kebijakan itu tidak akan mengganggu usaha bengkelnya. Mengingat masih terdapat jalan alternatif menuju lokasi bengkelnya.
Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19, pemkab masih memperpanjang penutupan jalan protokol dari Jalan Veteran-Jalan Pemuda. Dimulai pukul 21.00-05.00 sebagai upaya pembatasan mobilitas masyarakat. (ren/wa)
Editor : Syahaamah Fikria