”Hari ini (kemarin) sudah finalisasi dan besok (hari ini) sudah bisa dimanfaatkan. Tentunya akan kami tingkatkan pengamanannya, sehingga tertutup untuk umum. Pastinya akan kami perketat,” jelas Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono ditemui usai rapat di Ruang Rapat Utama B2 Setda Klaten, Senin (14/2).
Jajang menambahkan, dengan adanya GOR Gelarsena itu akan menambah isoter tingkat kabupaten yang sudah aktif. Seperti diketahui saat ini isoter Panti Semedi dengan kapasitas 38 bed sudah diaktifkan. Saat ini sudah terisi tiga pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di sana.
Pemkab merencanakan pemanfaatan isoter GOR Gelarsena seperti yang dilakukan sebelumnya. Untuk pasien Covid-19 laki-laki yang ditunjang dengan sejumlah fasilitas pendukung. Termasuk pengawasan dari tenaga medis Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten dengan disiapkan tabung gas oksigen.
”Untuk penanngungjawab dari isoter GOR Gelarsena ini tetap dinkes. Tetapi tidak semuanya kami pasrahkan ke dinkes. Tetap berbagai tugas dengan instansi lainnya seperti logistik menjadi tanggungjawab Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3AKB) Klaten,” ucapnya.
Jajang menjelaskan, pada prinsipnya dengan adanya isoter GOR Gelarsena itu bisa untuk memisahkan pasien Covid-19 dengan orang yang sehat. Terutama bagi yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk digunakan isolasi mandiri. Maka itu bisa menjalani isolasi di isoter tingkat kabupaten tersebut.
Nantinya, setelah mengaktifkan GOR Gelarsena sebagai isoter selanjutnya akan mempersiapkan Hotel Edotel. Seperti diketahui hotel di kompleks SMK N 3 Klaten sebelumnya juga digunakan untuk isoter. Tetapi dikhususkan untuk tempat isolasi bagi kelompok rentan seperti ibu hamil yang terpapar Covid-19.
”Untuk rumah sakit baik untuk tempat isolasi maupun ICU juga sudah siap. Saat ini pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit ada 28 orang. Tetapi pasien ini memang memiliki penyakit penyerta,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo menjelaskan, berdasarkan data per 14 Februari 2022 terdapat penambahan kasus baru sebanyak 87 kasus. Hal itu menjadikan jumlah kumulatif kasus aktif Covid-19 terdapat 570 kasus.
”Pada hari yang sama pula terdapat 44 pasien yang dinyatakan sembuh. Ada satu pasien juga yang meninggal dunia dengan status terkonfirmasi Covid-19,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram