Program KBMKB itu dibagi dalam kegiatan fisik dan nonfisik dengan anggaran Rp 640 juta dari APBD Klaten. Ada pun kegiatan fisik meliputi betonisasi jalan sepanjang 820 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 cm. Termasuk rehab satu unit tempat ibadah di desa tersebut.
Sementara itu, untuk kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, posyandu hingga penyuluhan terkait stunting. Begitu juga layanan KB dan pembagian paket sembako yang dilaksanakan selama satu bulan mulai 16 Februari hingga 16 Maret 2022. Melibatkan tenaga kerja 106 orang dari unsur Kodim 0723/Klaten. Polri, perangkat desa hingga warga desa setempat.
”Seperti diketahui KBMKB merupakan program lokal daerah yang terpadu antara pemda dengan TNI. Merupakan inovasi dan kolaborasi dengan program yang sudah ada yakni TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD),” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani dalam pembukaan KBMKB di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (15/2).
Lebih lanjut, Mulyani menjelaskan, dengan adanya KBMKB itu menjadi upaya dalam menekan angka kemiskinan di Klaten. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk jumlah penduduk miskin di Klaten pada 2020 sebesar 12,89 persen. Sementara persentase penduduk miskin pada sebesar 13,49 persen sehingga ada kenaikan 0,6 persen.
”Adanya KBMKB ini menjadikan program pembangunan daerah bisa dipercepat. Jika hanya bertumpu dengan TMMD yang hanya tiga kali dalam setahun terlalu lama. Maka itu dengan KBMKB menjadikan kegiatannya bisa enam kali dalam setahun,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo menjelaskan, KBMKB merupakan program terjadwal milik pemkab. Tetapi kegiatannya dilaksanakan secara bersama dengan melibatkan berbagai unsur.
”Anggaran diturunkan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Klaten diterimakan kepada Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) Desa Joton. Kemudian dibelanjakan dengan berbagai material yang dibutuhkan lalu dilaksanakan,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram