”Memang mendapatkan anggaran dari DAK pada perubahan tahun lalu. Kami gunakan untuk pengembangan plaza kuliner. Termasuk rehab di bagian depan dengan mengganti yang sebelumnya keramik menjadi berbahan seperti kayu,” ucap Kepala Disporapar Klaten, Sri Nugroho, Senin (28/2).
Sri Nugroho mengungkapkan, rehab dan pengembangan yang dilakukan terhadap umbul di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom itu untuk memberikan suasana baru bagi pengunjung. Harapannya wisawatan menjadi lebih nyaman dengan berbagai fasilitas penunjang di kawasan umbul tersebut. Ditambah plaza kuliner yang memiliki dua lantai sehingga pengunjung bisa menyantap dari ketinggian.
”Baru ada beberapa pelaku UMKM yang menempati di plaza kuliner itu. Kami berdayakan UMKM yang kami miliki. Termasuk melakukan kerjasama oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Klaten untuk mengisi di plaza kuliner juga,” ucap Sri Nugroho.
Salah seorang petugas Umbul Jolotundo, Iwan Noviantoro, 30, menjelaskan, wajah baru di objek wisata air itu sudah sejak awal Januari 2022. Diakuinya adanya rehab dan pengembangan tersebut memberikan dampak pada pengunjung menjadi lebih nyaman karena lebih terbuka dari sebelumnya.
”Keberadaan kolam dengan sumber mata air alaminya masih tetap dipertahankan hingga saat ini. Kolam untuk dewasa memiliki kedalaman 3 meter dan anak-anak sekitar 50 sentimeter. Kalau pagi masih ramai yang datang untuk terapi baik dari luar kota maupun Klaten mulai sekitar pukul 05.00,” tambahnya.
Iwan mengungkapkan, harga tiket masuk cukup terjangkau yakni Rp 5.000 per orang sudah bisa menikmati segarnya mata air. Apabila hendak ingin istirahat bisa menyantap aneka menu kuliner yang dijajakan di plaza kuliner. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram