General Manager DAMRI Cabang Jogja Boy Aryadi saat kunjungan kerja di Kota Bersinar, Senin (21/3), berharap hadirnya bus wisata akan memudahkan akses wisatawan menuju dua destinasi unggulan tersebut. Sementara ini, akan disediakan dua armada. Masing-masing rute terkoneksi dengan Terminal Ir Soekarno Klaten. Dan tidak menutup kemungkinan, jumlah armada akan ditambah sesuai permintaan.
“(Pengadaan bus wisata) kaitannya peningkatan pariwisata sebagai penggerak ekonomi. Kami ingin masuk di sana. Menstimulasi di Rowo Jombor maupun Girpasang. Roda ekonomi masyarakat ikut tergerak. Salah satu penggeraknya, harus ada transportasi. Kami menyediakan itu,” ucapnya.
Hadirnya bus wisata disambut antusias oleh para pelaku pariwisata di Kota Bersinar. Terutama di kawasan Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kemalang yang minim transportasi umum. Padahal, di sana terdapat dua destinasi unggulan. Berupa gondola wisata dan jembatan gantung yang baru selesai dibangun.
“Terima kasih ada transportasi umum sampai Girpasang. Pasti akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Girpasang,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tegalmulyo Subur.
Subur mengaku, belum ada transportasi umum yang sampai ke lereng Gunung Merapi. Terutama di Dusun Girpasang yang hanya berjarak 4 km dari puncak Merapi. Kalaupun ada, itupun hanya sampai Pasar Surowono, Desa Tangkil, Kemalang.
Hadirnya bus wisata, akan mengakomodasi ratusan wisatawan yang menyambangi Girpasang tiap harinya. Terutama di akhir pekan, bisa sampai ribuan wisatawan. “Ini kabar gembira bagi wisatawan yang kesulitan moda transportasi ke Girpasang,” imbuhnya.
Sementara itu, selain Girpasang, Desa Tegalmulyo juga menyimpan daya tarik wisata lainnya. Salh satunya kawasan Sapuangin yang menyajikan spot dan view puncak Gunung Merapi. Dilengkapi camping ground di lahan milik warga, dengan kapasitas maksimal 30 tenda. (ren/fer/dam) Editor : Damianus Bram