Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Jelang Ramadan, Wisatawan Padati Umbul Rayakan Padusan

Damianus Bram • Sabtu, 2 April 2022 | 15:00 WIB
RAYAKAN PADUSAN: Ramainya pengunjung di Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Jumat (1/4). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RAYAKAN PADUSAN: Ramainya pengunjung di Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Jumat (1/4). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Secara formal tradisi padusan yang biasanya diadakan Pemkab Klaten jelang ramadan telah ditiadakan. Meski begitu ratusan wisatawan tampak memadati sejumlah objek wisata air di Kota Bersinar, Jumat (1/4). Salah satunya di Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung terlihat ratusan pengunjung sedang berenang


“Pengunjung yang datang bisa terus mengalami peningkatan, seperti di akhir pekan. Dalam sehari bisa sampai 2.000 pengunjung yang datang. Tapi kita tetap menyusaikan kapasitas kawasan Umbul Pelem,” jelas Direktur Sumber Kamulyan, Desa Wunut, Sariyanto.


Lebih lanjut, Sariyanto mengungkapkan, rata-rata pengunjung yang datang pada hari bisa mencapai 700 orang per hari. Ramainya pengunjung yang datang ke Umbul Pelem kali ini karena ada wisatawan yang menjalani tradisi padusan. Mengingat pada Sabtu (2/4) sebagian umat muslim sudah memulai untuk berpuasa.


Disamping, itu ada wisatawan yang memang liburan untuk menikmati segarnya mata air di Umbul Pelem. Mereka berdatangan dari sejumlah kota di sekitar Klaten seperti Boyolali, Sukoharjo dan Solo. Mengingat tempatnya cocok bagi anak-anak dan orang dewasa karena terdapat berbagai wahana yang menarik.


“Kita belum sampai menerapkan buka tutup pada Umbul Pelem. Tetapi jika pengunjung terus berdatangan baru akan kita terapkan. Untuk saat ini dengan kapasitas yang kita miliki masih cukup longgar,” ucapnya


Sariyanto memprediksi peningkatan jumlah pengunjung ke Umbul Pelem masih akan terjadi pada Sabtu (2/4). Ia bersama pengelola terus menyiapkan berbagai sarana-prasarana pendukung agar pengunjung tetap nyaman saat berwisata. Termasuk memastikan disiplin protokol kesehatan (Prokes) baik pengelola maupun wisatawan.


Salah satu pengunjung, Agus, 30, asal Boyolali mengungkapkan jika Ia bersama istrinya memang sedang menjalankan tradisi padusan. Pilihannya ke Umbul Pelem karena lebih dekat dari kediamannya.


“Sebenarnya setiap tahunnya kalau padusan ya di Umbul Pelem. Apalagi didukung kawasannya yang cukup luas. Ditambah airnya cukup dingin sehingga begitu segar,” ucap Agus.


Dirinya pun berharap dengan melalui tradisi padusan itu menjadikan lebih khusyuk dalam menjalani ibadah puasa dalam satu bulan kedepan.


Lain halnya Ayub, 18, yang merupakan anak pondok pesantren di Tawangsari, Sukoharjo ini memang sengaja liburan di Umbul Pelem. Ia datang bersama teman-temannya untuk melepaskan kepenatannya dari rutinitas yang dijalani sehari-hari dengan berenang di sumber mata air alami tersebut.


“Sebenarnya bukan bagian dari padusan tetapi kebetulan waktunya yang bersamaan saja. Bagi saya padusan itu sunnah boleh dilakukan maupun tidak dilakukan juga tidak apa-apa. Tetapi kalau dilakukan bagian dari mensucikan diri sebelum menjalani puasa,” ucapnya.


Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani memastikan objek wisata air di Klaten dipastikan tetap dibuka pada momen padusan kali ini. Meski begitu, tetap menerapkan sesuai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyaraat (PPKM) Level 3. Hal ini menjadikan pengunjung objek wisata dibatasi 25 persen dari kapasitas.


“Untuk objek wisata air tetap dibuka tetapi pemkab tidak melaksanakan padusan. Tradisi yang biasanya kita lakukan pada tahun ini tidak. Semoga tahun depan kita bisa mengadakan,” pungkasnya.(ren/dam)

Editor : Damianus Bram
#Tradisi Padusan #padusan #umbul pelem #bupati klaten sri mulyani